Wahhh... Ada 21 Mal Baru Bakal Hadir di Jakarta!

Kompas.com - 11/01/2012, 12:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta boleh saja berniat membatasi mal yang ada di Ibu Kota dengan memberlakukan moratorium pembangunan mal hingga akhir tahun ini. Nyatanya, langkah ini tidak menyurutkan niat sejumlah pengembang untuk meneruskan pembangunan mal pada 2012 ini.

Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto bilang, moratorium mal tidak banyak berpengaruh karena izin sudah dikantongi pengembang sebelum peraturan dikeluarkan. Dia menghitung, tahun ini pasokan kumulatif mal di Jakarta bakal tumbuh 5,6 persen atau seluas 335.456 meter persegi (m2). Pertumbuhan yang diramalkan bahkan lebih tinggi dibanding tahun lalu, di mana pasokan bertambah 4,5 persen menjadi 5,95 juta m2.

Menurut proyeksi Colliers, selama tahun 2012 hingga 2013 di Jakarta akan ada tambahan 21 pusat perbelanjaan baru. Total luas lantainya mencapai 827.376 m2, dengan 45 persen di antaranya berada di Jakarta. Di antara pasokan mal-mal baru tersebut, separuhnya sudah melebihi 50 persen tahap konstruksi.

Colliers melansir, mal-mal yang dalam tahap konstruksi dan direncanakan diluncurkan tahun ini antara lain Kemang Village, Menteng Square, Kota Kassablanka, Pulomas X-'Venture, Ciputra World Jakarta, dan Pondok Indah Street Gallery. Kecuali Pulomas X-'Venture, sisanya masih berlokasi di Jakarta Selatan dan Pusat.

Direktur Keuangan PT Ciputra Development Tbk Tulus Santoso bilang, Ciputra World Jakarta siap diluncurkan akhir tahun ini. Ciputra World merupakan superblok yang meliputi mal, kantor, dan residensial. Nantinya, mal seluas 130.000 m2 di Ciputra World dapat diisi sekitar 300 tenant.

"Dalam membangun mal, yang paling utama adalah kondisi pasar. Kalau masih memungkinkan, tentu akan kami kejar selama masih berada dalam koridor peraturan," ujar Tulus, Selasa (10/1/2012) kemarin.

Namun, pada tahun ini Ciputra akan lebih fokus di proyek-proyek residensial yang, menurut Tulus, punya pasar residensial luas.

Senada dengan Tulus, Direktur Pemasaran Agung Podomoro Group Indra W Antono juga mengaku tidak akan mengerem pembangunan mal kendati ada moratorium. Agung Podomoro baru meluncurkan proyeknya, Kuningan City Mall, pada akhir tahun lalu.

Selain itu, Agung Podomoro juga tengah meneruskan pembangunan fasilitas perbelanjaan di kawasan residensialnya di Kalibata, yang berdiri di atas lahan seluas 60.000 ha-90.000 ha. Proyek yang ditargetkan selesai tahun depan ini bisa menampung 120 hingga 180 tenant.

Namun, sama halnya dengan Ciputra, Agung Podomoro tahun ini juga lebih fokus di residensial. Lebih lanjut, Ferry bilang, tren pembangunan strata title akan berakhir tahun ini.

"Dalam lima tahun terakhir masuk banyak strata title pada saat bersamaan sehingga sulit diserap pasar," ujarnya, Senin (9/1/2012).

Sejatinya, tren akan berganti ke mal yang menerapkan sistem sewa. Apalagi, saat ini pendanaan dari bank relatif lebih mudah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau