Jalan Margonda Belum Bebas Paku

Kompas.com - 11/01/2012, 14:41 WIB

DEPOK, KOMPAS.com -- Meskipun menjadi jalan utama di Kota Depok, Jawa Barat, Jalan Margonda masih belum bebas dari paku dan benda tajam. Barang-barang ini membahayakan pengguna kendaraan yang melintas sepanjang waktu.

Untuk mengurangi potensi bahaya itu, Satuan Lalu Lintas Polres Kota Depok membersihkan paku dan benda tajam dari Jalan Margonda.

"Pembersihan paku sementara kami lakukan di Jalan Margonda dari pagi hingga siang. Sebab jalan ini merupakan jalan utama yang banyak dilalui kendaraan. Dari operasi pembersihan itu, kami temukan sedikitnya 3 ons paku, kawat, dan benda tajam lain," tutur Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kota Depok Komisaris Risto Samudra, Rabu (11/1/2012) di Depok.

Dia berharap, keberadaan paku dan benda tajam di jalan itu bukan karena kesengajaan orang. Sementara ini, memang belum ditemukan unsur kesengajaan orang menebar barang berbahaya tersebut.

Sebagaimana yang berlangsung di Jakarta, polisi akan terus membersihkan paku dan benda tajam di beberapa ruas jalan utama di Depok.

Pembersihan paku dilakukan dengan menggunakan magnet yang dirangkai dengan besi dan empat roda karet. Panjang alat tersebut 1,5 meter yang terpasang sembilan magnet bundar berdiameter 10 sentimeter.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau