JAKARTA, KOMPAS.com — Prayitno Ramelan atau akrab dipanggil Pak Pray akan ikut meramaikan bursa Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2012 mendatang. Pria yang aktif menulis di blog Kompasiana ini memiliki visi untuk memperbaiki birokrasi Pemerintah Provinsi DKI, jika nanti ia terpilih sebagai Gubernur DKI periode 2012-2017.
"Ada dua masalah yang menjadi prioritas saya untuk membenahi Jakarta sekarang ini," kata Prayitno, ketika dihubungi oleh Kompas.com, Rabu (11/1/2012).
Pertama, masalah nonteknis adalah perbaikan birokrasi Pemprov DKI agar peran pemerintah sebagai pengayom yang melayani masyarakat dapat terwujud. Tidak hanya itu, jajaran birokrat ini juga dituntut untuk lebih disiplin sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan dan harus menunggu waktu lama untuk mendapatkan pelayanan.
"Banyak yang mengeluh kalau ngurus apa-apa susah dan lama. Itu memang terbukti. Saya berharap itu dapat diubah jika nanti saya terpilih," tutur Prayitno.
Kedua, masalah teknis pembangunan Jakarta. Untuk itu, dia bersedia menerima dan mendengarkan suara masyarakat di Jakarta. Karena menurut dia, sebagai seorang pemimpin sudah semestinya mendengarkan keluhan dari masyarakat sebagai langkah untuk perbaikan Ibu Kota negara ini.
Masalah utama yang kerap dikeluhkan oleh masyarakat Jakarta adalah macet dan banjir. Untuk itu, dia menilai bahwa peningkatan kapasitas jalan dengan pembangunan fly over bukan merupakan jalan keluar yang efektif untuk mengurai kemacetan di Jakarta. Justru dengan pembangunan fly over baru ini dikhawatirkan akan menambah titik kemacetan baru di Jakarta.
"Harusnya dilakukan evaluasi dan revitalisasi moda transportasi umum sehingga penggunaan kendaraan pribadi dapat berkurang. Coba lihat kalau anak sekolah libur, lalu lintas menjadi lebih lancar. Karena biasanya, anak-anak sekolah ini lebih sering naik kendaraan pribadi daripada kendaraan umum," jelasnya.
Untuk masalah banjir, Prayitno mengungkapkan bahwa sejak zaman Belanda, Jakarta memang sudah banjir sehingga keberadaan Banjir Kanal Timur (BKT) dan Banjir Kanal Barat (BKB) hanya berfungsi untuk mengurangi banjir saja, bukan menghilangkan banjir secara keseluruhan. Kendati demikian, dia merespons positif keberadaan BKT dan BKB tersebut. Bahkan dia menyayangkan pembangungan BKT dan BKB yang dikabarkan terhambat berbagai masalah, salah satunya adalan masalah pendanaan untuk pembangunan kanal-kanal ini.
"Insya Allah jika saya terpilih, prioritas saya selama dua tahun ke depan adalah menyelesaikan pembangunan BKT dan BKB sehingga banjir di Jakarta dapat berkurang," kata Prayitno.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang