Polisi Periksa Lima Saksi Penyerangan Rumah Misbahul

Kompas.com - 11/01/2012, 18:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Boy Rafly Amar mengungkapkan, Kepolisian Daerah Aceh telah memeriksa lima orang saksi terkait penyerangan terhadap rumah calon bupati Aceh Utara, Misbahul Munirin, di Desa Keude Krueng, Aceh Utara.

Namun, Boy tidak menyebutkan identitas kelima saksi tersebut. Ia hanya menyatakan, diduga mereka mengetahui peristiwa penyerangan tersebut.

"Telah dilakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi. Diduga mereka yang tahu bahwa ada terjadinya penembakan itu. Kualitas keterangan mereka seperti apa, saya belum dapat laporan dari sana," ujar Boy di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (11/1/2012).

Boy berharap, dari keterangan kelima saksi dapat ditemukan gambaran pelaku untuk dapat dibuat sketsa pelaku penyerangan dari kelompok orang tak dikenal tersebut.

"Kami belum dapatkan kualitas keterangan dari saksi untuk dapat dijadikan identifikasi (membuat sketsa). Jika sudah dapatkan kualitas keterangan dari saksi, itu bagus," lanjut Boy.

Selain pemeriksaan saksi, menurut Boy, Polda Aceh juga telah melakukan olah TKP. Dari kegiatan olah TKP itu ditemukan bom molotov yang dilemparkan pelaku ke rumah Munir. Namun, bom tersebut tidak meledak.

"Ada bom molotov yang tidak meledak, jadi ini sedang dipelajari dan semoga dapat dijadikan petunjuk untuk mengungkap pelakunya," jelas Boy.

Saat ini, karena pelaku belum tertangkap, kata Boy, pihak kepolisian masih menganggap kasus penembakan dan penyerangan ini bukan bermotif politik, melainkan tindak pidana murni.

Pihaknya, kata Boy, tak bisa asal menerka-nerka motif dan pelaku yang harus bertanggung jawab atas aksi tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau