BANJARMASIN, KOMPAS.com- Elpiji tabung ukuran tiga kilogram di Kota Banjarmasin dan sekitarnya dalam sepekan terakhir langka. Harga di tingkat pengecer melambung dari Rp 15.500 menjadi Rp 18.000-Rp 20.000 per tabung.
Yunariah, warga Sungai Andai, Banjarmasin Utara, menuturkan, saat ini mencari elpiji cukup sulit. Tiga toko pengecer di Sungai Andai yang biasanya menjual elpiji kosong. Akhirnya, untuk masak dirinya kembali memakai minyak tanah meski harganya juga cukup tinggi.
"Sampai sekarang saya belum memeroleh elpiji. Saya terpaksa membeli minyak tanah seharga Rp 9.000 per liter. Harganya naik dari biasanya Rp 6.000-Rp 6.500 per liter," ujarnya, Rabu (11/1/2012).
Kesulitan serupa dialami Rudi, warga Jalan Jafri Zamzam, Banjarmasin Barat. Menurut Rudi, tiga hari lalu dirinya mendapatkan elpiji seharga Rp 17.000. Bahkan, saat ini ada pengecer di daerahnya yang menerapkan sistem penjualan dengan cara inden.
Staf Marketing Elpiji PT Pertamina Wilayah Kalimantan, M Tahir, mengatakan, kelangkaan ini disebabkan oleh rusaknya jalan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Kerusakan jalan itu mengganggu angkutan bahan bakar dari Balikpapan menuju Kalsel.
Distribusi elpiji yang biasanya membutuhk an waktu tempuh tiga hari kini molor menjadi empat hari. Kondisi ini makin diperparah oleh hujan deras sehingga kendaraan tidak bisa melaju cepat.
"Untuk mengantisipasi kelangkaan, hari ini kami memberangkatkan tujuh truk tangki ke Kalsel dengan kapasitas masing-masing sebanyak tujuh ton. Selain itu ada dua tangki lagi dari Makasar yang diperbantukan," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang