Bahan bakar

Jalan Rusak Sebabkan Kelangkaan Elpiji

Kompas.com - 12/01/2012, 02:24 WIB

BANJARMASIN, KOMPAS.com- Elpiji tabung ukuran tiga kilogram di Kota Banjarmasin dan sekitarnya dalam sepekan terakhir langka. Harga di tingkat pengecer melambung dari Rp 15.500 menjadi Rp 18.000-Rp 20.000 per tabung.

Yunariah, warga Sungai Andai, Banjarmasin Utara, menuturkan, saat ini mencari elpiji cukup sulit. Tiga toko pengecer di Sungai Andai yang biasanya menjual elpiji kosong. Akhirnya, untuk masak dirinya kembali memakai minyak tanah meski harganya juga cukup tinggi.

"Sampai sekarang saya belum memeroleh elpiji. Saya terpaksa membeli minyak tanah seharga Rp 9.000 per liter. Harganya naik dari biasanya Rp 6.000-Rp 6.500 per liter," ujarnya, Rabu (11/1/2012).

Kesulitan serupa dialami Rudi, warga Jalan Jafri Zamzam, Banjarmasin Barat. Menurut Rudi, tiga hari lalu dirinya mendapatkan elpiji seharga Rp 17.000. Bahkan, saat ini ada pengecer di daerahnya yang menerapkan sistem penjualan dengan cara inden.

Staf Marketing Elpiji PT Pertamina Wilayah Kalimantan, M Tahir, mengatakan, kelangkaan ini disebabkan oleh rusaknya jalan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Kerusakan jalan itu mengganggu angkutan bahan bakar dari Balikpapan menuju Kalsel.

Distribusi elpiji yang biasanya membutuhk an waktu tempuh tiga hari kini molor menjadi empat hari. Kondisi ini makin diperparah oleh hujan deras sehingga kendaraan tidak bisa melaju cepat.

"Untuk mengantisipasi kelangkaan, hari ini kami memberangkatkan tujuh truk tangki ke Kalsel dengan kapasitas masing-masing sebanyak tujuh ton. Selain itu ada dua tangki lagi dari Makasar yang diperbantukan," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau