Jakarta, Kompas -
”Segmentasi pasar untuk produk LGCC adalah untuk jenis kendaraan MPV 1000-1200 cc dengan konsumsi bahan bakar 20-22 kilometer per liter. Untuk Angkutan Umum Murah Pro Rakyat dengan segmentasi pasar berkapasitas mesin maksimum 700 cc,” ujar Menteri Perindustrian MS Hidayat kepada
Namun, diakui Hidayat, usulan insentif berupa pembebasan bea impor mesin peralatan produksi, bahan baku dan komponen yang belum bisa diproduksi di dalam negeri, serta perpajakan untuk program LGCC, hingga kini masih di Kementerian Keuangan.
Meski demikian, tambah Hidayat, pada Februari nanti, kementeriannya berencana menggelar semua produksi dan karya anak bangsa, termasuk prototipe mobil nasional (mobnas) di halaman Istana Kepresidenan di Jakarta. Pameran produksi nasional itu dibarengi dengan Sidang Paripurna yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan agenda tunggal membahas pengembangan mobnas.
”Tak hanya prototipe dengan merek lokal baru-baru ini, seperti Esemka yang dirakit siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Surakarta, yang akan dipamerkan. Juga merek lokal lainnya, seperti yang kini tengah dikembangkan di Kementerian Perindustrian dan pihak swasta lainnya,” ujar Hidayat.
Menurut Hidayat, pihaknya tengah mengembangkan embrio mobnas dengan merek lokal yang akan diumumkan tahun 2014. ”Namun, muncul embrio Esemka yang harus didukung karena ini juga karya anak bangsa. Oleh sebab itu, kami akan gelar semua prototipe merek lokal yang ada,” tuturnya.