Pemberdayaan desa

Keuangan Mikro Menjadi Badan Usaha Milik Desa

Kompas.com - 12/01/2012, 03:07 WIB

Pekanbaru, Kompas - Provinsi Riau mengembangkan keuangan mikro dengan nama usaha ekonomi desa/kelurahan simpan pinjam (UED/KSP) sejak 2005. Dari dana hibah provinsi, kini telah berdiri 620 UED/KSP. Dari pengembangan UED/KSP telah muncul 98 badan usaha milik desa. Dua di antaranya telah ditetapkan menjadi proyek percontohan nasional oleh Kementerian Dalam Negeri.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Provinsi Riau H Abdul Lafiz, ketika ditemui di Pekanbaru, Rabu (11/1), mengatakan, pada awalnya tahun 2005 dana sebesar Rp 23 miliar baik dari provinsi maupun kabupaten/kota disalurkan ke 48 desa untuk menjadi modal awal usaha ekonomi desa/kelurahan simpan pinjam (UED/KSP).

”Setiap tahun, dana yang disalurkan dan desa yang mendapat modal itu bertambah. Sampai tahun lalu, dana yang disalurkan mencapai Rp 386 miliar untuk 620 desa,” kata Lafiz. Dari laporan keuangan terakhir pada 2010, dari UED/KSP dari dana yang disalurkan selama ini telah berkembang menjadi Rp 863 miliar.

Lafiz menyebutkan, dari pengembangan UED/KSP, kini sudah ada 98 badan usaha milik desa yang memiliki berbagai usaha, seperti transportasi, listrik, dan UED/KSP itu sendiri. Kementerian Dalam Negeri telah menetapkan dua badan usaha milik desa, yaitu di Desa Margamulya dan Desa Kepenuhan Barat, menjadi percontohan nasional untuk pembentukan badan usaha milik desa.

”Beberapa provinsi, seperti Kalimantan Timur, Jambi, Jawa Tengah, Jatim, dan Sumatera Barat, telah berkunjung ke sini untuk melihat UED/KSP dan badan usaha milik desa itu,” kata Lafiz.

Lafiz menyebutkan, kunci keberhasilan program ini adalah pendampingan masyarakat desa. Fasilitator tim pendamping Provinsi Riau, Ikhfa Rafii, mengatakan, konsep tenaga pendamping mirip dengan sarjana penggerak pedesaan pada masa lalu. Mereka tinggal di desa dan mendampingi masyarakat yang mengembangkan usaha. Keberadaan tenaga pendamping juga untuk mengawasi penggunaan dana. (MAR/SAH)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau