NEW YORK, KOMPAS.com - Harga minyak mentah turun drastis menjadi tipis di atas 100 dollar AS per barrel di New York Mercantile Exchange, Rabu (11/1/2012) waktu setempat. Persediaan minyak mentah dan bahan bakar Amerika Serikat dan kontraksi ekonomi Jerman menjadi penyebabnya.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengantaran Februari turun 1,37 dollar AS per barrel menjadi 100,87 dollar AS di Nymex. Sedangkan, harga minyak Brent untuk penetapan Februari jatuh 1,04 dollar AS, atau 0,9 persen, menjadi 112,24 dollar AS per barrel, di ICE Futures Europe exchange, London. "Fundamental (ekonomi) lemah, dengan kedua laporan persediaan hari ini dan kontraksi ekonomi Jerman pada kuartal ke-IV 2011 mendorong (harga minyak mentah) ke harga yang lebih rendah," ujar John Kilduff, mitra di Again Capital LLC, New York, Rabu waktu setempat.
Laporan pemerintah AS menyebutkan, persediaan minyak mentah naik 4,96 juta barrel minggu lalu. Angka itu hampir lima kali lebih besar dari prediksi Bloomberg. Alhasil, persediaan minyak mentah naik menjadi 334,6 juta barrel. Ini level tertinggi sejak tujuh hari yang berakhir di 2 Desember 2011. Persediaan bahan bakar juga melonjak karena permintaan yang turun. "Angka-angka hari ini menunjuk kepada periode permintaan yang rendah, yang pastinya akan memberatkan pasar," tambah Kilduff.
Mengenai Jerman, laporan Kantor Statistik Federal yang dikeluarkan Rabu waktu setempat, produk domestik bruto Jerman turun 0,25 persen pada kuartal IV dari kuartal III-2011. Karena dua kuartal secara berturut-turut mengalami kontraksi, maka ini bisa dikatakan resesi. Sehingga ada kekhawatiran kondisi ekonomi Jerman akan membawa Eropa ke dalam resesi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang