Ces 2012

Sony dan Lenovo Angkat Tren Laptop Hybrid

Kompas.com - 12/01/2012, 09:47 WIB

LAS VEGAS, KOMPAS.com - Konsep "hybrid" atau penggabungan antara laptop dan tablet diyakini bakal menjadi tren ke depan. Setidaknya dua raksasa teknologi yang dikenal sebagai produsen komputer yakni Sony dan Lenovo mulai mengangkat konsep hybrid dalam Consumer Electronics Show (CES) 2012 di Las Vegas, Nevada, AS.

"Kami akan lebih banyak membuat perangkat hybrid di masa datang. Hybrid merupakan kategori baru dan masih punya peluang peluang besar," kata Michael Tettler, juru bicara Lenovo saat ditemui Kompas.com bersama sejumlah wartawan dari Asia di booth Lenovo Aquaknox, The Venetian, Las Vegas, Rabu (11/1/2012).

Lenovo mengenalkan produk hybrid pertamanya lewat model laptop terbaru yang diberi nama Ideapad Yoga. Sekilas bentuknya sama dengan laptop umumnya dengan layar 13,3 inci dengan bentuk yang ramping dan ringan.

Namun, layarnya dapat ditekuk 360 derajat dan dapat berfungsi menjadi tablet karena menggunakan layar sentuh bahkan keyboard-nya bisa menjadi dudukan jika diletakkan di atas meja.

Menurut Tettler, secara teknis Ideapad Yoga telah memenuhi syarat ultrabook dari Intel. Menggunakan prosesor Intel Core generasi kedua, rasio kinerja terhadap daya tahan baterainya sangat optimal untuk penggunaan sehari-hari.

Namun, secara fungsional sudah melebihi standar ultrabook. Ideapad Yoga akan menggunakan Windows 8 sehingga jadwal rilisnya pun akan mengikuti jadwal rilis sistem operasi terbaru Microsoft tersebut.

Sementara Sony memperkenalkan konsep hybrid yang sedikit berbeda. Sama-sama menggunakan layar sentuh, namun untuk memfungsikan menjadi tablet layarnya cukup digeser ke bagian bawah sehingga menutupi seluruh bagian keyboard.

Sistem operasinya sendiri, Sony tidak memberi informasi lebih rinci. "Saat ini baru konsep jadi kami belum bisa mengatakan spesisikasinya," kata Kevin Sather, senior product manager Vaio, Sony saat memperkenalkannya di booth Sony.

Ia mengatakan, Sony meyakini produk hybrid akan menjadi tren ke depan karena banyak orang mulai menyukai tablet. Namun, banyak pengguna tablet yang tidak sepenuhnya puas dengan layar sentuh saja.

Untuk melakukan pekerjaan di perangkat tablet, tidak sedikit yang membeli keyboard tambahan. Konsep hybrid sebenarnya tidak baru. Tablet PC misalnya sudah ada sejak beberapa tahun lalu.

Namun, rasio harga terhadap kinerja saat itu tidak seoptimal sekarang sehingga tidak terlalu populer. Saat ini mungkin saat yang pas menggabungkan kembali tablet dengan laptop standar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau