Kata DP, Ahmad Dhani Tak Suka Gosip Murahan Kawin Siri

Kompas.com - 12/01/2012, 22:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Bos Republik Cinta Management (RCM), Ahmad Dhan, ambil tindakan tegas terkait gosip penikahan siri yang menimpa salah seorang penyanyi yang bernaung di bawah manajemen artis musik itu, Dewi Perssik. Lagu "Kawin Siri", yang dinyanyikan oleh perempuan yang akrab disapa DP itu akhirnya terpaksa diberikannya kepada penyanyi lain.

Hal itu disampaikan sendiri oleh DP ketika menghadiri sidang kasus penganiayaan ringan terhadap Julia Perez, Kamis, (12/1/2012), di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Penggilingan, Jakarta Timur. "Karena image, management enggak mau. Ini sudah menyangkut harga diri. Itu sensasi murahan sekali. Lagu itu dikasih ke orang lain," ujar DP. Maklum, lanjutnya, selaku bos RCM, Dhani tidak mau sensasi seperti itu dinilai sebagai cara mendongkrak lagu "Kawin Siri".

Kendati demikian, bukan berarti Dhani lepas tangan begitu saja kepada mantan istri Saipul Jamil tersebut. Dhani berencana akan membuatkan lagu lain yang lebih bagus untuk dinyanyikan oleh DP. "Saya akan dikasih yang lain. Mas Dhani bilang, 'Nanti saya akan kasih lagu buat kamu dan kasih rekaman lagu lain'," cerita DP. (Willem Jonata)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau