Momen Krusial di Derbi "Della Madonnina"

Kompas.com - 13/01/2012, 03:03 WIB

Gatot Widakdo

Laga derbi ”Della Madonnina”, Minggu (15/1), menjadi momen krusial buat AC Milan dan Inter Milan. Milan butuh kemenangan untuk menjaga Capolista, sedangkan bagi Inter, laga ini menjadi momen kebangkitan setelah terpuruk pada awal musim.

Laga derbi ini merupakan episode ke-276. Seperti partai-partai derbi sebelumnya, pertemuan kedua tim kali ini pun sulit diprediksi hasil akhirnya.

Terlebih lagi kedua tim sama-sama sedang tampil konsisten. Di ajang Serie A, Milan tak pernah kalah dalam 12 laga terakhir mereka. Sementara Inter selalu mencatat kemenangan dalam lima laga terakhir sehingga posisi mereka di klasemen kini mulai terangkat ke papan atas, di posisi kelima.

Selisih angka Inter dengan AC Milan, yang kini memimpin klasemen, tinggal berjarak delapan poin. Banyak pengamat di Italia menilai, kemenangan pada partai derbi adalah syarat mutlak untuk jadi scudetto. Salah satu orang yang percaya asumsi ini adalah pelatih legendaris Giovanni Trapattoni.

Menurut Mr Trap, demikian dia biasa dipanggil, kedua tim punya modal kuat untuk sapu bersih partai sisa pascaderbi. ”Sebelas pemain Milan harus memenangi derbi. Lalu, Ibra (Zlatan Ibrahimovic) akan memenangi semua partai sisa seorang diri,” ujar Trapattoni.

Di sisi lain, Trap menilai kemenangan Inter akan membuat kepercayaan diri tim terangkat dan kebangkitan Inter akan bisa berlanjut sampai akhir musim. ”Jika Milan takluk, Inter akan seperti kapal induk Amerika yang akan memenangi segala pertempuran,” tutur Mr Trap.

Jika bicara statistik, faktanya Milan masih lebih unggul atas Inter. Selain posisi Milan yang saat ini menjadi pemuncak klasemen sementara, dalam tiga laga derbi terakhir tim Merah-Hitam juga selalu menang atas tim Biru-Hitam. Namun, tak selamanya data statistik bisa dijadikan pegangan karena hasil pertandingan lebih ditentukan di lapangan, bukan di atas secarik kertas.

Pelatih AC Milan Massimiliano Allegri pun merasa tidak terlalu peduli dengan angka statistik di atas. Dia mengaku lebih khawatir dengan kebangkitan Inter Milan.

”Saya berharap saya salah. Namun, saya kira Inter akan menjadi perhatian untuk memperebutkan gelar juara hingga akhir musim,” ujar Allegri, seperti dilansir Football Italia.

Tidak cuma Allegri yang merasa khawatir, legenda hidup AC Milan, Zvonimir Boban, juga terkesan dengan penampilan terakhir Inter. Boban bahkan meyakini Inter memiliki peluang untuk memenangi derbi. ”Prediksi mengenai derbi? Saya melihat AC Milan sedang dalam kondisi bagus, tetapi dengan bagaimana Inter bermain akhir-akhir ini, semuanya bisa terjadi,” ujarnya.

Pelatih Inter Milan Claudio Ranieri mengaku cukup rileks menghadapi laga derbi. Menurut dia, beban besar justru berada di pihak lawan dan kondisi ini akan dimanfaatkan timnya.

Ranieri menilai Milan punya tekanan lebih besar untuk memenangi pertandingan. Apabila gagal memetik poin penuh dari Inter, berarti tim besutan Allegri itu juga kalah dalam perebutan angka dengan Juventus yang memiliki poin sama.

”Saya tidak akan mengelak dari tanggung jawab, tetapi kali ini mereka punya tekanan lebih besar daripada kami,” ujar pelatih yang dijuluki ”The Tinkerman” ini kepada Corriere della Sera.

”Jika kalah, mereka kehilangan poin dalam persaingan mereka dalam pengumpulan angka dengan Juventus,” katanya lagi.

Derbi jilid pertama bagi mantan pelatih Juventus dan AS Roma ini tak akan berpengaruh pada timnya. Ia lebih memperhitungkan derbi jilid kedua yang digelar dua pekan sebelum liga berakhir.

”Sampai sekarang, kami berada di bawah dan itu tidak akan berubah jika kami tidak menang karena Milan berada di atas. Derbi yang akan menentukan bagi kami adalah derbi kedua di liga pada tanggal 6 Mei. Saya harap paling tidak itu berarti kami masih dalam persaingan untuk gelar scudetto,” ucap Ranieri.

Faktor Ibrahimovic

Selain strategi tangan dingin kedua pelatih, laga derbi Della Madonnina juga bergantung pada kesiapan anggota tim.

Di kubu Milan, striker jangkung asal Swedia, Zlatan Ibrahimovic, akan menjadi tokoh sentral. Penampilan terakhir Milan saat menekuk Atalanta, 2-0, di Liga Serie A menegaskan bahwa pemain berusia 30 tahun itu adalah kunci penentu.

Selain mencetak gol dari penalti, Ibra juga memberikan umpan matang yang dimanfaatkan dengan baik oleh rekannya, Kevin Prince Boateng, menjadi gol.

Fakta ketergantungan Milan terhadap sosok Ibra sudah bisa dilihat sejak laga pramusim. Dalam turnamen Audi Cup di Muenchen, Ibra selalu menjadi mesin gol saat Milan menghadapi Bayern Muenchen (Jerman) dan Internacional. Ibra juga menjadi motor kemenangan Milan saat menekuk Inter Milan dalam laga Piala Super Italia.

Buat Ibra, laga derbi menjadi pertandingan yang emosional karena dia pernah memakai seragam Biru-Hitam selama tiga musim. Ibra juga mengaku tak masalah berhadapan dengan pendukung Inter dan justru bakal menjadi motivasi baginya. ”Akankah pendukung ’Nerazzurri’ mengejek saya? Saya akan menerima semua ejekan pendukung Inter, seperti mereka kerap menyemangati saya. Saya punya memori di klub itu. Namun, itu adalah masa lalu dan saat ini adalah masa depan saya,” ujar Ibra.

Menghadapi Inter, Milan sepertinya akan tetap menerapkan sistem pertahanan gerendel dalam pola permainannya. Empat pemain belakang ditambah tiga gelandang yang bisa mundur seketika merupakan sistem pertahanan untuk mengamankan gawang Milan.

Berbeda dari Milan, Inter tidak bergantung pada peran pemain tertentu. Ranieri lebih menekankan pemainnya tampil sebagai sebuah tim yang utuh. Pola 4-1-2-1-2 menjadi strategi andalan Ranieri untuk meredam tim sekelas Milan.

Di lini depan, Ranieri punya banyak pilihan, seperti Diego Forlan, Diego Milito, dan Giampaolo Pazzini. Forlan adalah pemain luar biasa. Meski tidak muda lagi, pemain Uruguay ini masih bisa diandalkan. Namun, untuk pertandingan derbi nanti, pilihan lebih pas sepertinya untuk duet Milito dan Pazzini karena mereka sedang dalam kondisi prima. Di kompetisi Serie A, Milito sudah mencetak tujuh gol buat Inter, sedangkan Pazzini membuat enam gol.

Stadion San Siro, kandang AC Milan, sekali lagi akan menjadi saksi, apakah kali ini peruntungan akan berpihak kepada tuan rumah atau justru tim tamu Inter yang beruntung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau