Gatot Widakdo
L
Terlebih lagi kedua tim sama-sama sedang tampil konsisten. Di ajang Serie A, Milan tak pernah kalah dalam 12 laga terakhir mereka. Sementara Inter selalu mencatat kemenangan dalam lima laga terakhir sehingga posisi mereka di klasemen kini mulai terangkat ke papan atas, di posisi kelima.
Selisih angka Inter dengan AC Milan, yang kini memimpin klasemen, tinggal berjarak delapan poin. Banyak pengamat di Italia menilai, kemenangan pada partai derbi adalah syarat mutlak untuk jadi scudetto. Salah satu orang yang percaya asumsi ini adalah pelatih legendaris Giovanni Trapattoni.
Menurut Mr Trap, demikian dia biasa dipanggil, kedua tim punya modal kuat untuk sapu bersih partai sisa pascaderbi. ”Sebelas pemain Milan harus memenangi derbi. Lalu, Ibra (Zlatan Ibrahimovic) akan memenangi semua partai sisa seorang diri,” ujar Trapattoni.
Di sisi lain, Trap menilai kemenangan Inter akan membuat kepercayaan diri tim terangkat dan kebangkitan Inter akan bisa berlanjut sampai akhir musim. ”Jika Milan takluk, Inter akan seperti kapal induk Amerika yang akan memenangi segala pertempuran,” tutur Mr Trap.
Jika bicara statistik, faktanya Milan masih lebih unggul atas Inter. Selain posisi Milan yang saat ini menjadi pemuncak klasemen sementara, dalam tiga laga derbi terakhir tim Merah-Hitam juga selalu menang atas tim Biru-Hitam. Namun, tak selamanya data statistik bisa dijadikan pegangan karena hasil pertandingan lebih ditentukan di lapangan, bukan di atas secarik kertas.
Pelatih AC Milan Massimiliano Allegri pun merasa tidak terlalu peduli dengan angka statistik di atas. Dia mengaku lebih khawatir dengan kebangkitan Inter Milan.
”Saya berharap saya salah. Namun, saya kira Inter akan menjadi perhatian untuk memperebutkan gelar juara hingga akhir musim,” ujar Allegri, seperti dilansir Football Italia.
Tidak cuma Allegri yang merasa khawatir, legenda hidup AC Milan, Zvonimir Boban, juga terkesan dengan penampilan terakhir Inter. Boban bahkan meyakini Inter memiliki peluang untuk memenangi derbi. ”Prediksi mengenai derbi? Saya melihat AC Milan sedang dalam kondisi bagus, tetapi dengan bagaimana Inter bermain akhir-akhir ini, semuanya bisa terjadi,” ujarnya.
Pelatih Inter Milan Claudio Ranieri mengaku cukup rileks menghadapi laga derbi. Menurut dia, beban besar justru berada di pihak lawan dan kondisi ini akan dimanfaatkan timnya.
Ranieri menilai Milan punya tekanan lebih besar untuk memenangi pertandingan. Apabila gagal memetik poin penuh dari Inter, berarti tim besutan Allegri itu juga kalah dalam perebutan angka dengan Juventus yang memiliki poin sama.
”Saya tidak akan mengelak dari tanggung jawab, tetapi kali ini mereka punya tekanan lebih besar daripada kami,” ujar pelatih yang dijuluki ”The Tinkerman” ini kepada Corriere della Sera.
”Jika kalah, mereka kehilangan poin dalam persaingan mereka dalam pengumpulan angka dengan Juventus,” katanya lagi.
Derbi jilid pertama bagi mantan pelatih Juventus dan AS Roma ini tak akan berpengaruh pada timnya. Ia lebih memperhitungkan derbi jilid kedua yang digelar dua pekan sebelum liga berakhir.
”Sampai sekarang, kami berada di bawah dan itu tidak akan berubah jika kami tidak menang karena Milan berada di atas. Derbi yang akan menentukan bagi kami adalah derbi kedua di liga pada tanggal 6 Mei. Saya harap paling tidak itu berarti kami masih dalam persaingan untuk gelar scudetto,” ucap Ranieri.
Selain strategi tangan dingin kedua pelatih, laga derbi Della Madonnina juga bergantung pada kesiapan anggota tim.
Di kubu Milan, striker jangkung asal Swedia, Zlatan Ibrahimovic, akan menjadi tokoh sentral. Penampilan terakhir Milan saat menekuk Atalanta, 2-0, di Liga Serie A menegaskan bahwa pemain berusia 30 tahun itu adalah kunci penentu.
Selain mencetak gol dari penalti, Ibra juga memberikan umpan matang yang dimanfaatkan dengan baik oleh rekannya, Kevin Prince Boateng, menjadi gol.
Fakta ketergantungan Milan terhadap sosok Ibra sudah bisa dilihat sejak laga pramusim. Dalam turnamen Audi Cup di Muenchen, Ibra selalu menjadi mesin gol saat Milan menghadapi Bayern Muenchen (Jerman) dan Internacional. Ibra juga menjadi motor kemenangan Milan saat menekuk Inter Milan dalam laga Piala Super Italia.
Buat Ibra, laga derbi menjadi pertandingan yang emosional karena dia pernah memakai seragam Biru-Hitam selama tiga musim. Ibra juga mengaku tak masalah berhadapan dengan pendukung Inter dan justru bakal menjadi motivasi baginya. ”Akankah pendukung ’Nerazzurri’ mengejek saya? Saya akan menerima semua ejekan pendukung Inter, seperti mereka kerap menyemangati saya. Saya punya memori di klub itu. Namun, itu adalah masa lalu dan saat ini adalah masa depan saya,” ujar Ibra.
Menghadapi Inter, Milan sepertinya akan tetap menerapkan sistem pertahanan gerendel dalam pola permainannya. Empat pemain belakang ditambah tiga gelandang yang bisa mundur seketika merupakan sistem pertahanan untuk mengamankan gawang Milan.
Berbeda dari Milan, Inter tidak bergantung pada peran pemain tertentu. Ranieri lebih menekankan pemainnya tampil sebagai sebuah tim yang utuh. Pola 4-1-2-1-2 menjadi strategi andalan Ranieri untuk meredam tim sekelas Milan.
Di lini depan, Ranieri punya banyak pilihan, seperti Diego Forlan, Diego Milito, dan Giampaolo Pazzini. Forlan adalah pemain luar biasa. Meski tidak muda lagi, pemain Uruguay ini masih bisa diandalkan. Namun, untuk pertandingan derbi nanti, pilihan lebih pas sepertinya untuk duet Milito dan Pazzini karena mereka sedang dalam kondisi prima. Di kompetisi Serie A, Milito sudah mencetak tujuh gol buat Inter, sedangkan Pazzini membuat enam gol.
Stadion San Siro, kandang AC Milan, sekali lagi akan menjadi saksi, apakah kali ini peruntungan akan berpihak kepada tuan rumah atau justru tim tamu Inter yang beruntung.