Departemen Keuangan Spanyol berhasil meraup dana sebesar 10 miliar euro dari lelang atas tiga jenis obligasi. Pencapaian omzet lelang ini dua kali lipat dibandingkan lelang sebelumnya. Tingkat suku bunga obligasi juga turun satu persen.
Demikian pula dengan Italia. Dalam lelang obligasi, Kamis (12/1), tingkat suku bunga yang harus dibayarkan Pemerintah Italia hanya separuh dibandingkan dengan suku bunga obligasi saat lelang bulan lalu.
Italia berhasil menjual obligasi senilai 12 miliar euro. Ini terdiri atas 8,5 miliar obligasi berjangka waktu 12 bulan dengan bunga sebesar 2,735 persen. Ini turun dari bunga bulan lalu yang mencapai 5,95 persen. Ini juga turun dari 6,087 persen, bunga tertinggi yang pernah dicapai pada November lalu, ketika kekhawatiran akan perekonomian Italia memuncak.
Semakin rendah tingkat suku bunga obligasi, semakin rendah pula risiko yang dirasakan investor. Penurunan tingkat suku bunga ini juga menunjukkan kekhawatiran tentang perekonomian Italia sudah berkurang. Italia juga menerbitkan obligasi jangka pendek bertenor 136 hari senilai 3,5 miliar euro dengan bunga hanya 1,644 persen, jauh lebih rendah dari lelang sebelumnya yang meminta bunga sebesar 3,251 persen.
Dalam perkembangan lain, pasar saham Eropa dan kurs mata uang tunggal euro menguat terhadap dollar AS.
Di sisi lain, perbankan domestik terus bisa meminjam dana dengan biaya murah dari Bank sentral Eropa (ECB), yang menyediakan dana bagi perbankan setengah triliun euro. Pada Februari mendatang, ECB memberlakukan kebijakan serupa.
”Pada dasarnya, kesuksesan lelang obligasi ini ditunjang oleh kucuran likuiditas dari ECB. Kucuran lain akan datang pada Februari mendatang. Perbankan dan pasar finansial tampaknya sangat puas,” ujar Michael Leister, analis pada DZ Bank di Frankfurt.
Dengan pinjaman dari ECB yang bunganya sangat murah, hanya 1 persen, perbankan dapat membeli obligasi pemerintah dan mengambil keuntungan dari perbedaan tingkat suku bunga tersebut.
Premi risiko obligasi Spanyol, yaitu perbedaan antara tingkat suku bunga obligasi Spanyol dan Jerman, menyempit. Selisih itu tinggal 3,39 persen dari 3,54 persen pada penutupan Rabu.
Selisih antara bunga obligasi Italia dan Jerman juga turun di bawah 5,00 persen, dan ini adalah yang pertama kali dalam tahun ini. ”Jelas bahwa penyelesaian masalah pendanaan bank sangat jitu,” ujar Marc Ostwald, analis mata uang asing pada Monument Securities di London.
Dengan kata lain, relatif teratasinya kesulitan pendanaan perbankan, berkurang pula gejolak pasar keuangan.
Perdana Menteri Yunani Lucas Papademos juga tengah berbicara dengan pimpinan perbankan swasta. Pejabat Yunani mengatakan, negosiasi berlangsung untuk menghapusbukukan piutang obligasi terbitan Pemerintah Yunani yang dipegang perbankan.
Pejabat Yunani mengatakan, pertemuan antara Charles Dallara, wakil perbankan, dan Papademos berjalan baik.
Pembicaraan antara Yunani dan para kreditor telah berlangsung selama berbulan-bulan. Akan tetapi, sumber-sumber di Athena menyatakan, kesepakatan akan dicapai dalam beberapa hari ini atau sebelum kunjungan pengawas internasional, yang mengawasi kondisi keuangan negara Yunani.
Para pengawas internasional dari Dana Moneter Internasional dan Uni Eropa ini akan memfinalisasi kucuran dana talangan tahap kedua sebesar 130 miliar euro untuk Yunani.(AP/AFP/Reuters/joe)