Perikanan

Nelayan Tolak Impor Ikan

Kompas.com - 13/01/2012, 03:24 WIB

Tasikmalaya, Kompas - Nelayan Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menolak rencana impor ikan yang digagas pemerintah. Kebijakan itu dikhawatirkan mengganggu aktivitas ekspor ikan sehingga pemerintah sebaiknya fokus meningkatkan potensi tangkapan yang belum tergarap.

”Produksi ikan Indonesia berlimpah, Indonesia seharusnya ekspor bukan impor,” kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tasikmalaya Dedi Mulyadi di Tasikmalaya, Rabu (11/1).

HNSI Tasikmalaya mencatat, kerapu, kakap, layur, tenggiri, dan lobster adalah komoditas ekspor ikan Tasikmalaya ke Jepang dan Korea. Sebab, ketika musim panen setiap bulan, tangkapan layur mencapai 50 ton per bulan, kerapu 75 kuintal, kakap 50 kuintal, tenggiri 50 kuintal, dan lobster sekitar 37,5 kuintal.

Perkiraan layur, kerapu, kakap, dan tenggiri sekitar 50 persen dari total tangkapan per bulan. Sedangkan estimasi ekspor lobster mencapai 80 persen dari total tangkapan per bulan.

Menurut Dedi, ekspor ikan sangat menguntungkan nelayan karena harga jualnya lebih mahal ketimbang pasar domestik. Harga jual di pasara internasional Rp 50.000-Rp 450.000 per kilogram atau lebih mahal dua kali lipat ketimbang ikan untuk pasar lokal.

Jadi, kata Dedi, pemerintah perlu mengkaji ulang kebijakan membuka impor ikan. Dalam kondisi produksi ikan berlimpah, pemerintah justru mengutamakan peningkatan hasil tangkapan.

Caranya, antara lain, menyediakan perahu dan alat tangkap, hingga pembangunan dermaga layak pakai, terutama untuk nelayan di daerah dengan potensi ikan.

Tokoh nelayan Tasikmalaya, Eet Riswana, mengatakan, potensi ikan dan lobster di pantai Tasikmalaya mencapai 876,40 ton per tahun, tetapi baru dimanfaatkan 13,5 persen dari total potensi. Kendalanya, karena minimnya jumlah nelayan berperahu.

Saat ini, dari 3.581 nelayan di wilayah itu, 1.500 nelayan di antaranya memiliki perahu. Tasikmalaya, dengan panjang panjang 52,5 kilometer, hanya memiliki dua dermaga, jadi perlu ditambah.

Kepala Bidang Kelautan Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Kabupaten Tasikmalaya Rita Setyawati mengakui hasil tangkapan belum maksimal. Kontribusi pendapatan asli daerah dari sektor perikanan tahun relatif kecil, tahun 2011 sebesar Rp 100,82 juta. (CHE)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau