Penggemar Daging Waspadai Stroke

Kompas.com - 13/01/2012, 11:32 WIB

KOMPAS.com — Pola makan tinggi protein untuk tujuan tertentu memang menyehatkan, tetapi sebenarnya itu tergantung pada jenis protein yang dikonsumsi. Studi terbaru menunjukkan, pola makan yang tinggi daging merah meningkatkan risiko serangan stroke.

"Yang harus diketahui adalah jenis protein atau paket protein sangat penting untuk meningkatkan risiko stroke. Karena itu, harus diperhatikan protein dalam konteks makanan," kata Dr Frank Hu, profesor dari Harvard School of Public Health.

Hu dan timnya mengumpulkan dari dua survei kesehatan yang melacak pola makan 10.000 orang sejak mereka berusia pertengahan tahun sampai usia lanjut. Selama lebih dari 20 tahun studi ini, hampir 1.400 pria dan lebih dari 2.600 wanita terserang stroke.

Serangan stroke tersebut disebabkan oleh sumbatan pembuluh darah atau pecahnya pembuluh darah sehingga aliran darah ke otak terhenti. Stroke tercatat sebagai penyebab kematian terbesar ketiga di Amerika Serikat.

Untuk mengetahui pengaruh jenis-jenis protein pada risiko stroke, para peneliti membagi responden penelitian berdasarkan seberapa sering mereka mengasup daging merah, daging unggas, ikan, produk susu, dan sumber protein lain yang lazim dikonsumsi setiap hari.

Pria yang mengasup dua atau lebih sajian daging merah setiap hari, atau termasuk dalam kelompok penggemar daging merah, risikonya terkena stroke meningkat 28 persen dibandingkan dengan orang yang hanya makan daging sepertiganya. Satu sajian daging merah setara dengan 4-6 ons daging.

Sementara itu, wanita yang setiap harinya makan dua sajian daging merah risikonya terkena stroke 19 persen lebih tinggi dibanding yang makan daging lebih sedikit. Peningkatan risiko sampai dengan 19 persen setara dengan 31 orang dari 1.000 orang yang menderita stroke.

Para peneliti juga menganalisis apakah ada perubahan risiko stroke jika jenis proteinnya diganti. Bila proteinnya adalah daging unggas, akan terjadi penurunan risiko sampai 27 persen. Sementara jika diganti dengan kacang-kacangan atau ikan, risikonya turun 17 persen, dan risikonya turun sampai 11 persen jika kebutuhan protein dipenuhi dari produk susu.

Menurut Dr Adam Bernstein, ketua peneliti, kaitan antara daging merah dan penyakit sudah lama diteliti. "Kaitannya bisa dilihat pada penyakit diabetes dan jantung koroner," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau