BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Sejumlah aktivis dari Jaringan 98 merasa heran, Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P sampai begitu sangat emosional menyikapi permasalahan Mesuji.
Ini kemudian menimbulkan tanda tanya besar. "Setelah 8 tahun menjabat, rasanya baru kali ini Sjachroedin menemui, bahkan menangis di hadapan para pengunjuk rasa. Sayangnya, jika membaca tuntutan aksi dan mengetahui para peserta aksi ini, justru saya menduga ada skenario baru tutupi kasus konflik agraria Mesuji," ujar Acong dari Jaringan Aktivis 98 dalam siaran persnya, Jumat (13/1/2012).
Seperti diberitakan, dalam unjuk rasa warga Mesuji Kamis (12/1), Sjachroedin Z.P menemui langsung para pengunjuk rasa. Bahkan, saat berbicara di depan mereka, ia sempat terlihat sangat emosional dan menahan tangis kegeramannya.
Selain warga Mesuji yang mayoritas bekerja di perkebunan PT Silva Inhutani, sebagian dari mereka yang demo ini adalah sekelompok karyawan PT Silva Inhutani, lalu anggota Laskar Merah Putih Lampung dimana Sjachroedin Z.P sebagai pembinanya.
Di dalam unjuk rasa kemarin, Sjachroedin mengungkapkan kemarahannya terhadap pihak-pihak yang mencoba membesar-besarkan kasus Mesuji, salah satunya Saurip Kadi.
"Saya bukannya pro perusahaan. Tetapi, bagaimanapun, Lampung butuh investasi. Kalau tidak ada investasi, Mesuji hanya akan jadi hutan. Pengusaha lah yang memberikan lapangan kerja," tutur Sjachroedin menjelaskan sikapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang