Pohon tumbang

36 Berkas Klaim Ganti Rugi Segera Diproses

Kompas.com - 13/01/2012, 16:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Catharina Suryowati, mengatakan, bagi para korban pohon tumbang dapat mengajukan klaim dengan menyertakan syarat-syarat yang diatur. Ganti rugi yang akan diberikan maksimal sebesar Rp 10 juta. Saat ini ada 36 berkas klaim yang masuk ke tempatnya.

"Kami usahakan cepat cair klaimnya. Kalau untuk kematian memang cepat biasanya," kata Catharina, di Kantor Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI, Jumat (13/1/2012).

Dia menjelaskan, sejauh ini tinggal 36 berkas lagi yang harus dibereskan oleh Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI. Berkas termasuk sebagian besar adalah ganti rugi untuk kendaraan yang rusak tertimpa mobil, baik kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua.

"Kalau untuk kendaraan, tergantung asuransi akan mengganti berapa. Jadi, dari asuransi akan meninjau di lapangan dan klarifikasi obyek," ujar Catharina.

Lama penggantian ini maksimal akan memakan waktu dua minggu. Namun penggantian tersebut dapat terjadi jika pohon tumbang yang mengenai kendaraan tersebut ada di lokasi Jakarta dan masih dikelola oleh Pemerintah Provinsi DKI. "Kalau di luar itu, kami tidak akan memberikan ganti rugi. Jadi dilihat dulu lokasinya. Yang penting berkas syaratnya lengkap," tuturnya.

Syarat-syarat yang harus dilengkapi oleh korban pohon tumbang tersebut adalah foto kejadian, surat dari polisi dan fotokopi identitas diri. Selanjutnya, akan diproses dan dilakukan tinjauan ke lapangan langsung. Baru akan dilakukan penggantian.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau