MU menjamu Bolton Wanderers, tim yang mulai menemukan ritme dengan tidak kalah—seri sekali dan menang sekali—pada dua laga terakhir untuk pertama kali musim ini. Setelah ditahan seri 1-1 Wolverhampton Wanderers di kandang, jelang Tahun Baru lalu, Bolton secara mengejutkan menang 2-1 di kandang Everton, empat hari kemudian.
MU di peringkat kedua klasemen sementara dan terus menempel rival sekota dan pemuncak klasemen, Manchester City, dengan nilai 45. Ini sama seperti nilai Tottenham Hotspur. City unggul tiga poin di atas mereka.
Tottenham menjamu Wolves bersamaan dengan MU menjamu Bolton. Adapun City, yang sudah tersingkir di Piala FA setelah kalah dari MU, baru berlaga Senin lusa di kandang Wigan Athletic.
Konsentrasi Pelatih MU Sir Alex Ferguson kini tak lagi hanya mengejar City, tetapi juga menjaga agar peringkat timnya tidak dilewati Tottenham. ”Mereka (Tottenham) memainkan sepak bola terbaik di negeri ini dan penampilan mereka sekarang terbaik di negeri ini,” katanya. ”Tottenham jelas bisa juara.”
Untuk mengamankan posisi dari kejaran klub London itu, tak ada cara lain bagi MU selain memukul Bolton. Namun, hal itu tidak mudah jika mengingat pasukan Ferguson belum pulih dari badai cedera pemain-pemainnya. Nemanja Vidic, Jonny Evans, Fabio da Silva, Darren Fletcher, dan Tom Celverley masih cedera.
Gelandang Darron Gibson telah dijual ke Everton. Selain itu, bek Rio Ferdinand belum bisa dipastikan tampil karena sakit perut. Jika Ferdinand belum bisa main, Michael Carrick mungkin diminta melapis belakang, seperti saat MU memukul Wigan 5-0 dan kalah 2-3 dari Blackburn.
”Berubah posisi sesuatu yang harus bisa Anda tangani. Hal itu menuntut cara berpikir berbeda karena Anda harus menjalankan tugas lain, tetapi itu bagian dari permainan,” ujar Carrick. ”Saya benar-benar tidak tahu mengapa saya yang ditarik ke belakang. Tetapi saya tak keberatan.”
Dalam jumpa pers, kemarin, Ferguson mengungkapkan, bek Chris Smalling dan Phil Jones harus menjalani tes kebugaran sebelum diputuskan untuk tampil. ”Kita lihat besok (Sabtu ini) sebelum laga melawan Bolton Wanderers,” kata Ferguson.
Musim lalu di Old Trafford, Bolton menyulitkan MU. Tuan rumah hanya menang tipis 1-0 berkat gol Dimitar Berbatov pada menit-menit akhir. Namun, musim ini mereka sudah dilibas 0-5 oleh MU di kandang.
Pelatih Bolton Owen Coyle tidak memiliki pemain cedera tambahan.
Ia bisa menurunkan Gary Cahill sepanjang transfernya ke Chelsea belum dituntaskan. Bolton butuh banyak poin untuk lolos dari zona degradasi.
Pada laga lainnya, Liverpool menjamu Stoke City di Anfield. Mereka serasa mendapat tambahan darah baru setelah kapten Steven Gerrard bisa kembali tampil secara reguler. Gerrard pencetak gol kemenangan MU dari titik penalti dalam kemenangan 1-0 atas City pada laga pertama semifinal Piala Liga.
”The Reds”—julukan Liverpool—saat ini bertengger di peringkat keenam, performa yang membuat mereka menuai kritik terkait besarnya uang belanja untuk membeli pemain seperti Andy Carroll, Jordan Henderson, dan Stewart Downing.
Pencapaian ini sebenarnya tak terlalu buruk jika mengingat nilai Liverpool hanya terpaut tiga poin dari Chelsea, penghuni peringkat keempat, yang akan menjamu Sunderland. Namun, musim ini tim asuhan Kenny Dalglish itu sering kehilangan poin penuh di kandang (enam kali seri).
Tim papan atas lainnya, Arsenal, baru bertanding Minggu besok di kandang Swansea City. Bersama Chelsea dan Liverpool, Arsenal bersaing untuk menembus zona ”Empat Besar”.
Sementara dari ajang Piala Raja Spanyol, duel clasico akhirnya tak bisa terelakkan setelah Barcelona memukul Osasuna 2-1 (agregat 6-1), Kamis (12/1). Hasil itu memastikan lolosnya Barcelona ke perempat final dan bakal menantang Real Madrid.
Barcelona tertinggal dulu berkat gol striker Dejan Lekic, beberapa saat menjelang turun minum. Di babak kedua, Alexis Sanchez dan gelandang asal tim B Barcelona, Sergi Roberto, mencetak gol balasan. Clasico diawali lawatan Barcelona ke Madrid, Rabu depan, dan dilanjutkan jamuan atas rival abadi di Nou Camp sepekan kemudian.(AFP/REUTERS/SAM)