Perumahan

Pembahasan Kredit Terhambat

Kompas.com - 14/01/2012, 02:53 WIB

Jakarta, Kompas - Rencana Kementerian Perumahan Rakyat menurunkan suku bunga kredit rumah subsidi serta kontribusi pendanaan untuk fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan dikeluhkan perbankan. Terhambatnya kesepakatan dikhawatirkan mengganggu akses pembiayaan rumah bersubsidi bagi rakyat berpenghasilan rendah.

Terhitung sejak 6 Januari, perjanjian kerja sama operasional (PKO) antara Kementerian Perumahan Rakyat, badan layanan umum pusat pembiayaan perumahan, dan bank pelaksana untuk menyalurkan dana fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) berakhir.

Dalam proses perpanjangan PKO, pemerintah mengusulkan revisi suku bunga kredit rumah subsidi melalui skim FLPP diturunkan dari 8,15-9,95 persen menjadi 5-6 persen untuk tenor 15 tahun. Komposisi pembiayaan pemerintah untuk FLPP juga akan diturunkan dari 60 persen menjadi 50 persen.

Direktur Umum Bank Tabungan Negara (BTN) Iqbal Latanro, di Jakarta, Jumat (13/1), mengemukakan, rencana pemerintah menurunkan suku bunga kredit rumah bersubsidi beserta kontribusi anggaran untuk pembiayaan FLPP dinilai tak realistis dan memberatkan perbankan.

Sumber dana perbankan untuk pembiayaan FLPP berasal dari obligasi dengan tenor jangka panjang. Adapun bunga obligasi berjangka 10 tahun saat ini sudah mencapai 9 persen. Perbankan juga harus menanggung risiko kredit dan biaya lain-lain.

Ia menambahkan, pihaknya harus tunduk pada aturan perbankan dan korporasi perusahaan terbuka.

Jika pemerintah ingin menurunkan suku bunga kredit FLPP menjadi 5-6 persen, kontribusi pemerintah untuk pembiayaan FLPP seharusnya justru ditingkatkan menjadi 90 persen.

Opsi lain, pemerintah memberikan dana kewajiban pelayanan umum (PSO) perumahan bagi BTN. (LKT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau