Kecelakaan laut

Kapal Tanker Korsel Meledak, Tiga Tewas

Kompas.com - 15/01/2012, 10:42 WIB

SEOUL, KOMPAS.com- Belum tuntas proses pencarian korban dan penyelidikan penyebab kecelakaan kapal pesiar Costa Concordia di Italia, kecelakaan laut kembali terjadi. Kali ini di perairan Korea Selatan (Korsel).

Sedikitnya tiga awak kapal ditemukan tewas setelah sebuah kapal tanker Korsel meledak dan tenggelam di perairan dekat Pulau Jawol, sekitar 32 kilometer dari kota pelabuhan Incheon di pesisir barat Korsel, Minggu (15/02/2012). Tiga korban tewas terdiri atas satu warga Korsel dan dua warga Myanmar.

Selain itu, delapan orang yang terdiri atas lima warga Korsel dan tiga warga Myanmar masih hilang hingga saat ini. Pencarian korban masih terus dilakukan oleh Penjaga Pantai Korsel dan Angkatan Laut Korsel.

Kapal berbobot 4.191 ton tersebut membawa 16 awak, yang terdiri atas 11 warga Korsel dan lima warga Myanmar.

Insiden tersebut terjadi saat kapal baru saja membongkar muatan berupa bensin di Incheon dan dalam perjalanan pulang ke pelabuhan Daesan, juga di pesisir barat Korsel. Penyebab ledakan belum diketahui.

Pihak Penjaga Pantai Korsel menepis kemungkinan insiden ini disebabkan aksi permusuhan Korea Utara (Korut). "Ledakan ini terjadi jauh di bawah (sebelah selatan) perbatasan laut dengan Korea Utara. Kami melihat kemungkinannya kecil sekali (bahwa ini disebabkan aksi Korut)," tutur juru bicara Penjaga Pantai Korsel.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau