Mahasiswa UNY Kembangkan Media Belajar Berbentuk Komik

Kompas.com - 15/01/2012, 23:49 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta Dana Rizki Adnan mengembangkan media pembelajaran berbentuk komik untuk mata pelajaran pengukuran dasar Jurusan Teknik Permesinan Sekolah Menengah Kejuruan.

"Media pembelajaran berbentuk komik itu menyuguhkan pemahaman tentang jenis-jenis alat ukur, teknik praktik, dan prosedur pengukuran benda saat praktik yang disampaikan dengan gambar yang berurutan," kata Dana Rizki di Yogyakarta, Minggu (15/1/2012).

Menurut dia, latar belakang pembuatan media itu adalah buku panduan yang ada saat ini untuk mata pelajaran pengukuran dasar masih kurang menarik minat baca siswa.

"Kemudian muncul ide untuk membuat suatu buku yang menarik dan komik yang muncul di pikiran saya karena komik digemari remaja dan dapat dibaca di mana saja. Oleh karena itu, media komik berpotensi menjadi sumber belajar bagi siswa SMK," katanya.

Ia mengatakan, media komik itu terdiri atas lima bab. Bab nol merupakan bagian pengantar komik pengukuran dasar yang berisi sejarah pengukuran dasar dan manfaat pengukuran.

Bab pertama berisi pengertian mistar ukur, jenis pengukuran yang bisa dilakukan dengan mistar ukur, macam-macam mistar ukur, diilustrasikan dengan contoh gambar mistar ukur.

Bab dua menjelaskan pengertian vernier caliper (VC), bagan VC, cara menggunakannya, cara membaca skala VC, jenis pengukuran yang bisa dilakukan VC, cara membaca skala digital, skala jam ukur, dan macam-macam VC dan aplikasinya. Materi itu diilustrasikan dengan gambar kartun disertai latihan soal membaca skala VC.

Bab tiga berisi pengertian, bagan mikrometer (mm), cara menggunakan mm, cara membaca skala mm, cara membaca mm dengan skala digital, jam ukur, pengertian mm kedalaman, dan macam-macam mm beserta aplikasinya. Materi tersebut diilustrasikan dengan gambar kartun dipadukan dengan foto alat ukur mm.

Bab empat berisi tentang alat ukur "dial indicator" (DI), pengertian DI, cara penggunaannya, dan cara menentukan kebulatan atau kerataan suatu benda yang diilustrasikan dengan gambar kartun.

Menurut dia, media komik dibuat berdasarkan skenario yang telah direncanakan. Tahap pembuatannya diawali dengan menggambar sketsa pada kertas A4 dan men-"scanning" sketsa.

"Selanjutnya, menyunting sketsa dengan menggunakan manga studio yang meliputi pembuatan panel komik, memberi ’tone’ pada gambar, memberi karakter atau balon kata, melakukan ’review’ gambar komik yang sudah jadi, dan mencetak komik dengan ukuran A5," kata Dana.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau