Minimarket Jangan Sepelekan Keamanan

Kompas.com - 16/01/2012, 03:27 WIB

Jakarta, Kompas - Kepolisian Daerah Metro Jaya mengingatkan seluruh pengelola minimarket untuk tidak menyepelekan faktor keamanan mengingat banyaknya kasus perampokan. Minimarket perlu memasang kamera pemantau atau mempekerjakan petugas satuan pengamanan terlatih.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto menegaskan, efisiensi memang perlu untuk meraih keuntungan. Namun, faktor pengamanan juga penting dan tidak bisa ditinggalkan. ”Kalau keamanannya tidak terjamin, keuntungan yang sudah didapat juga bisa hilang,” ujarnya, Minggu (15/1) siang.

Menurut Rikwanto, kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelaku, melainkan ada kesempatan atau peluang. Keberadaan kamera pemantau dan petugas satpam terlatih bisa menimbulkan efek tangkal dan rasa takut sehingga menghalangi seseorang melakukan kejahatan.

”Menggunakan alarm tanda bahaya, seperti alarm tanda kebakaran, juga alternatif yang bisa dipakai. Ketika alarm itu berbunyi, orang sekitar tahu sedang terjadi kejahatan di dalam minimarket itu. Paling tidak, bunyi alarm itu akan menarik orang sekitar untuk waspada dan mengamati,” katanya.

Pengelola minimarket juga perlu mengevaluasi standardisasi sistem keamanan di toko- tokonya mengingat aktivitas minimarket adalah perdagangan ritel sehingga banyak orang yang mengetahui di sana ada uang kontan dalam jumlah besar.

”Dari delapan kasus perampokan di minimarket, kemungkinan besar motifnya ekonomi. Sebab, yang dirampas rata-rata uang kontan yang ada di kasir. Mengambil barang hanya tambahan karena mereka bergerak leluasa, tapi sasaran utama pelaku adalah merampas uang kontan,” tutur Rikwanto.

Dalam mengevaluasi keamanan, perlu dipikirkan seberapa banyak uang kontan yang harus tersedia di toko. ”Jangan berlebihan atau banyak-banyak menyimpan uang kontan di laci kasir,” katanya.

Ribuan kamera pemantau

Menanggapi usulan dari kepolisian itu, jaringan Alfarmart menyatakan sangat mendukung. ”Usulannya sangat bagus. Kami sudah lama menjalankannya. Hampir setiap toko sudah dilengkapi kamera pemantau,” kata Choirullah, Senior Manager Corporate Communication Alfamart.

Dia menjelaskan, untuk tahun 2011 saja, Alfamart telah menambah 1.000 kamera pemantau di jaringan tokonya. Tahun ini Alfamart akan menambah 2.500 kamera pemantau lagi. ”Untuk toko baru, kamera ini sudah menjadi sebuah ketentuan,” ujarnya.

Mengenai masalah penempatan petugas satpam di toko-toko Alfamart, Choirullah mengatakan akan mengikuti imbauan itu jika sudah menjadi sebuah ketetapan. ”Saat ini kami memang belum memakai satpam. Namun, kami bekerja sama dengan masyarakat di lingkungan toko untuk menjaga keamanan,” ujarnya.

Ke depan, Choirullah mengatakan sedang mempertimbangkan bekerja sama dengan patroli polisi. Setiap polisi yang berpatroli diundang untuk mampir di toko. Diharapkan dengan keberadaan patroli polisi, orang yang berniat jahat mengurungkan niatnya. (RTS/ARN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau