Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto menegaskan, efisiensi memang perlu untuk meraih keuntungan. Namun, faktor pengamanan juga penting dan tidak bisa ditinggalkan. ”Kalau keamanannya tidak terjamin, keuntungan yang sudah didapat juga bisa hilang,” ujarnya, Minggu (15/1) siang.
Menurut Rikwanto, kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelaku, melainkan ada kesempatan atau peluang. Keberadaan kamera pemantau dan petugas satpam terlatih bisa menimbulkan efek tangkal dan rasa takut sehingga menghalangi seseorang melakukan kejahatan.
”Menggunakan alarm tanda bahaya, seperti alarm tanda kebakaran, juga alternatif yang bisa dipakai. Ketika alarm itu berbunyi, orang sekitar tahu sedang terjadi kejahatan di dalam minimarket itu. Paling tidak, bunyi alarm itu akan menarik orang sekitar untuk waspada dan mengamati,” katanya.
Pengelola minimarket juga perlu mengevaluasi standardisasi sistem keamanan di toko- tokonya mengingat aktivitas minimarket adalah perdagangan ritel sehingga banyak orang yang mengetahui di sana ada uang kontan dalam jumlah besar.
”Dari delapan kasus perampokan di minimarket, kemungkinan besar motifnya ekonomi. Sebab, yang dirampas rata-rata uang kontan yang ada di kasir. Mengambil barang hanya tambahan karena mereka bergerak leluasa, tapi sasaran utama pelaku adalah merampas uang kontan,” tutur Rikwanto.
Dalam mengevaluasi keamanan, perlu dipikirkan seberapa banyak uang kontan yang harus tersedia di toko. ”Jangan berlebihan atau banyak-banyak menyimpan uang kontan di laci kasir,” katanya.
Menanggapi usulan dari kepolisian itu, jaringan Alfarmart menyatakan sangat mendukung. ”Usulannya sangat bagus. Kami sudah lama menjalankannya. Hampir setiap toko sudah dilengkapi kamera pemantau,” kata Choirullah, Senior Manager Corporate Communication Alfamart.
Dia menjelaskan, untuk tahun 2011 saja, Alfamart telah menambah 1.000 kamera pemantau di jaringan tokonya. Tahun ini Alfamart akan menambah 2.500 kamera pemantau lagi. ”Untuk toko baru, kamera ini sudah menjadi sebuah ketentuan,” ujarnya.
Mengenai masalah penempatan petugas satpam di toko-toko Alfamart, Choirullah mengatakan akan mengikuti imbauan itu jika sudah menjadi sebuah ketetapan. ”Saat ini kami memang belum memakai satpam. Namun, kami bekerja sama dengan masyarakat di lingkungan toko untuk menjaga keamanan,” ujarnya.
Ke depan, Choirullah mengatakan sedang mempertimbangkan bekerja sama dengan patroli polisi. Setiap polisi yang berpatroli diundang untuk mampir di toko. Diharapkan dengan keberadaan patroli polisi, orang yang berniat jahat mengurungkan niatnya.