Harga Bawang Merah Jatuh

Kompas.com - 16/01/2012, 03:31 WIB

Slawi, Kompas - Petani bawang merah di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, frustrasi karena harga bawang jatuh, kini berkisar Rp 2.000-Rp 2.500 per kilogram. Kerugian hingga 50 persen sudah berlangsung sejak enam bulan lalu.

Petani mengeluhkan beban kerugian itu dalam pertemuan Asosiasi Petani dan Pedagang Bawang Merah (AP2BM) Kabupaten Tegal di Desa Sidapurna, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Minggu (15/1).

Ketua AP2BM Kabupaten Tegal Nasrudin mengatakan, saat ini, harga bawang merah tidak sampai separuh biaya produksi yang dikeluarkan petani. Bahkan, bawang merah juga susah laku sehingga hanya ditumpuk di gudang dan mulai membusuk.

Sentra bawang merah Kabupaten Tegal terdapat di Kecamatan Dukuhturi, Kramat, Surodadi, Warurejo, dan Adiwerna. Luas panen bawang merah di Kabupaten Tegal 2.500 hektar (ha) hingga 3.000 ha, dengan produksi rata-rata 10 ton per ha.

Bawang impor

Menurut dia, anjloknya harga bawang merah lokal tidak terlepas dari pengaruh impor bawang merah yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Impor bawang merah mengakibatkan melimpahnya pasokan sehingga harga bawang merah lokal anjlok. Impor, antara lain, dari China, Filipina, dan Thailand. Harga bawang merah impor untuk konsumsi Rp 4.000 per kilogram (kg), sedangkan bibit bawang merah Rp 8.000 per kg.

Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Tegal Toto Subandriyo mengatakan, impor bawang merah tidak bisa diatasi oleh pemerintah daerah. Pemda kewalahan membantu petani karena kebijakan tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat. ”Pemda juga bingung, tidak bisa berbuat apa-apa.”

Dari data Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) tercatat, impor bawang merah ke Indonesia 2011 meningkat tiga kali lipat dibandingkan dengan 2010. Pada 2011, volume impor bawang merah 150.000 ton, padahal tahun 2010 hanya 50.000 ton.

Dahlan, petani bawang merah di Desa Sidapurna, mengatakan, sebenarnya selama ini petani sudah terbiasa dengan fluktuasi harga bawang merah. Namun, kali ini, petani tidak sanggup menghadapinya.

Menurut dia, Juni 2011 harga bawang merah masih mahal. Harga bibit bawang merah sekitar Rp 20.000 per kg, sedangkan bawang merah konsumsi Rp 12.000 per kg. ”Masuk bulan Juli, harga bawang merah anjlok sampai sekarang,” kata Dahlan.

Petani berharap pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perdagangan, membatasi dan mengendalikan impor bawang merah. Banyak petani terlilit utang karena merugi. Dengan biaya produksi Rp 50 juta per ha, mereka hanya mendapat Rp 20 juta-Rp 25 juta per ha. (WIE)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau