Clippers Buktikan Kekuatan

Kompas.com - 16/01/2012, 04:08 WIB

los angeles, sabtu - Los Angeles Clippers membuktikan mereka bukan tim kelas dua yang selalu tenggelam oleh nama besar LA Lakers. Dalam laga dua tim sekota itu, di Staples Center, Los Angeles, Sabtu (14/1), Clippers mengandaskan Lakers 102-94.

Lakers, yang menjadi juara NBA 16 kali, memenangi tiga dari empat laga melawan Clippers musim lalu. Dalam 22 kali pertemuan dengan Clippers, Lakers menang 16 kali.

Clippers membuat Lakers bertekuk lutut pada kuarter pertama, kedua, dan keempat. Pada kuarter pertama, Clippers memimpin 31-24 dan pada kuarter kedua kembali memimpin dengan skor 24-18. Lakers hanya unggul pada kuarter ketiga dengan skor 30-21 sebelum Clippers menyudahi perlawanan Lakers pada kuarter keempat dengan skor 26-22.

Kemenangan Clippers berkat guard Chris Paul yang mencetak 33 angka, termasuk 6 asis dan 3 steal. Sejak Paul yang merupakan all star guard itu bergabung dengan Clippers musim ini, Clippers menjadi tim yang bersinar.

Sayangnya empat menit sebelum laga berakhir, Paul harus keluar dari lapangan karena cedera hamstring. ”Saya baik-baik saja. Biarkan dokter yang melakukan evaluasi. Saya akan berusaha tetap tampil pada pertandingan hari Senin melawan New Jersey Nets,” kata Paul.

Sementara Black Griffin juga tampil memikat dengan meraih double-double. Ia berhasil mengumpulkan 22 angka dan 14 rebound plus 5 asis. Chauncey Billups menambah banyak perolehan angka Clippers dengan mengoleksi 19 angka dan 3 asis.

Kobe Bryant tetap sebagai mesin pencetak angka Lakers dengan menghasilkan 42 angka. Laga tersebut merupakan laga yang keempat di mana Bryant meraih lebih dari 40 angka secara berturut-turut. Sepanjang kariernya, pertandingan itu adalah pertandingan ke-111 di mana Bryant meraih lebih dari 40 angka.

Kings tampil buruk

Pada laga lain, Dallas Mavericks menang besar atas Sacramento Kings, 99-60, di American Airlines Center, Dallas, Sabtu. Mavericks, juara NBA musim lalu, terlalu kuat bagi Kings.

Pada kuarter pertama, Mavericks memimpin 27-11. Kuarter kedua, Mavericks masih memimpin 25-12. Namun pada kuarter ketiga, Kings bisa merebut kemenangan dengan skor 22-20. Pada kuarter keempat Mavericks kembali mengempaskan Kings, 27-15.

Pada kuarter pertama dan kedua, Kings hanya mencetak 23 angka. Penampilan Kings tersebut merupakan yang terburuk dalam sejarah tim. Pada laga Februari tahun 1957 melawan Bolton Celtics, Kings hanya mencetak 25 angka pada kuarter pertama dan kedua.

”Tembakan para pemain kurang bagus. Kami harus memperbaiki. Saya menekankan kepada pemain agar mengatur stamina dan memperkuat pertahanan serta rebound. Para pemain memahami instruksi saya,” kata Pelatih Mavericks Rick Carlisle.

Sementara itu, Oklahoma City Thunder menggulung New York Knicks, 104-92, Sabtu, di Chesapeake Energy Arena, Oklahoma. Musim ini Oklahoma City sudah menang 11 kali dan kalah dua kali sehingga menduduki peringkat pertama klasemen sementara Wilayah Barat.

Chicago Bulls mengalahkan Toronto Raptors, 77-64, Sabtu, di United Center, Chicago. Derrick Rose kembali menjadi bintang lapangan dengan membukukan double-double berupa 18 angka dan 11 asis.

Carlos Boozer menambah dengan 17 angka. Kemenangan tersebut membuat Bulls menang 12 kali dan kalah dua kali. Bulls menduduki peringkat pertama klasemen sementara Wilayah Timur. (AFP/NBA/WAD)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau