Bantuan 1.000 Kapal Tidak Sejahterakan Nelayan

Kompas.com - 17/01/2012, 12:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Program bantuan 1.000 kapal nelayan periode tahun 2010-2014 dinilai belum efektif menyejahterakan nelayan. Program kapal nelayan senilai total Rp 1,5 triliun itu digulirkan tanpa "mengorangkan" nelayan.

Ketua Tim Percepatan Investasi Pulau-pulau Kecil Rokhmin Dahuri, Selasa (17/1/2012), mengemukakan, bantuan kapal ikan berbobot mati 30 ton kepada kelompok dan koperasi nelayan itu diberikan tanpa memperhitungkan kebutuhan nelayan.     

Tahun 2010, dari target bantuan kapal 60 unit, realisasi hanya 46 unit. Sebagian kapal di antaranya tidak memiliki spesifikasi kapal yang memadai, bantuan salah sasaran kepada kelompok nelayan yang tidak berhak, serta tidak bisa dioperasikan nelayan karena kekurangan modal.     

Tahun 2011, dari 253 unit target kapal bantuan, terbangun sekitar 91 persen. Namun, kelompok atau koperasi nelayan penerima bantuan kapal di sejumlah wilayah harus mengeluarkan biaya sampai ratusan juta rupiah guna membenahi kapal agar layak dioperasikan. Sebagian kapal yang disalurkan tidak memenuhi spesifikasi kelayakan operasional.     

"Kegagalan pembangunan adalah tidak mengorangkan nelayan," ujar Rokhmin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau