JAKARTA, KOMPAS.com - Program bantuan 1.000 kapal nelayan periode tahun 2010-2014 dinilai belum efektif menyejahterakan nelayan. Program kapal nelayan senilai total Rp 1,5 triliun itu digulirkan tanpa "mengorangkan" nelayan.
Ketua Tim Percepatan Investasi Pulau-pulau Kecil Rokhmin Dahuri, Selasa (17/1/2012), mengemukakan, bantuan kapal ikan berbobot mati 30 ton kepada kelompok dan koperasi nelayan itu diberikan tanpa memperhitungkan kebutuhan nelayan.
Tahun 2010, dari target bantuan kapal 60 unit, realisasi hanya 46 unit. Sebagian kapal di antaranya tidak memiliki spesifikasi kapal yang memadai, bantuan salah sasaran kepada kelompok nelayan yang tidak berhak, serta tidak bisa dioperasikan nelayan karena kekurangan modal.
Tahun 2011, dari 253 unit target kapal bantuan, terbangun sekitar 91 persen. Namun, kelompok atau koperasi nelayan penerima bantuan kapal di sejumlah wilayah harus mengeluarkan biaya sampai ratusan juta rupiah guna membenahi kapal agar layak dioperasikan. Sebagian kapal yang disalurkan tidak memenuhi spesifikasi kelayakan operasional.
"Kegagalan pembangunan adalah tidak mengorangkan nelayan," ujar Rokhmin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang