PURWAKARTA, KOMPAS.com- Setelah menanggung iuran Jaminan Pemeliharaan Kesehatan dan Kematian pekerja sosial dan informal, Pemerintah Kabupaten Purtwakarta berencana membangun fasilitas air bersih secara masif. Harapannya, air bersih dapat diperoleh warga dengan mudah dan harga murah atau bahkan gratis.
Senin (16/1/2012) kemarin, 75.474 pekerja informal yang antara lain buruh tani, pedagang kaki lima, pengojek, dan tukang becak, secara resmi didaftarkan sebagai peserta jaminan sosial yang diselenggarakan PT Jamsostek (Persero). Dengan penyertaan itu, mereka memeroleh jaminan kesehatan dan kematian.
Seluruh iuran ditanggung pemerintah melalui APBD yang tahun ini dianggarkan Rp 25 miliar. Dengan program itu, Purwakarta dinilai telah melaksanakan Sistem Jaminan Sosial Nasional secara mini.
"Saya ingin suatu saat warga Purwakarta bisa memeroleh air bersih secara gratis, karena air dan kekayaan alam sejatinya untuk mereka. Setelah program ini (jaminan sosial), ke depan pemerintah berencana membangun instalasi air bersih," kata Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.
Dedi mengaku prihatin dengan kian banyaknya mata air yang dikuasai swasta. Masyarakat harus membeli air untuk makan minum dan keperluan sehari-hari. "Jika di Arab Saudi dan beberapa negara Timur Tengah yang gersang saja air bersih untuk warga bisa melimpah, seharusnya Indonesia yang subur ini bisa memenuhi kebutuhan air bersih bagi warganya," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang