Peremajaan Bajaj Butuh Perizinan Pemprov DKI Jakarta

Kompas.com - 17/01/2012, 15:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Lambatnya peremajaan angkutan bajaj di Jakarta selama ini disebabkan belum ada perizinan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Karena itu, Kepala Organda Sudirman menampik lambatnya peremajaan angkutan bajaj karena harga kendaraan roda tiga ini mahal.

"Siapa bilang harga bajaj mahal? Selama ini peremajaan bajaj sulit dilakukan karena perizinan dari Pemerintah Provinsi (DKI Jakarta) yang belum ada," ujar Sudirman di Jakarta, Selasa (17/1/2012).

Saat ini, memang belum ada peraturan tentang peremajaan bajaj yang dibuat oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI Jakarta). Padahal, pihaknya sudah pernah melayangkan surat kepada Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk segera membuat peraturan yang mengatur mengenai peremajaan bajaj ini.

Sementara itu, terkait mahalnya biaya bajaj, Sudirman menjelaskan bahwa bajaj dengan mesin 4-tak yang menggunakan bahan bakar gas (BBG) yang sudah sampai di Indonesia berharga Rp 45 juta.

Menurutnya, biaya tersebut tidak terlalu mahal sehingga semestinya peremajaan dapat segera dilakukan.

Ia menambahkan, jika perizinan untuk meremajakan bajaj dengan mengganti bajaj lama bermesin 2-tak menggunakan bahan bakar premium, menjadi bajaj baru bermesin 4-tak menggunakan bahan bakar gas (BBG) ini sudah dibuat, maka pemilik bajaj pasti akan segera mengganti.

"Kalau dari Dishub DKI segera menginstruksikan dan ada payung hukumnya, pasti mereka patuh," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau