Smartphone "Kencang", Ancaman untuk Konsol Game

Kompas.com - 17/01/2012, 16:21 WIB

KOMPAS.com — Jika nanti smartphone dengan prosesor quad core sudah beredar di pasaran dan lebih dikembangkan, maka fungsi dan performanya disebut akan mampu menyaingi tablet. Tak hanya itu, kecenderungan melesunya pasar konsol game juga mungkin terjadi karena para gamer bakal beralih ke smartphone.

Perusahaan pembuat chip Nvidia sudah siap memproduksi prosesor quad core Tegra 3 untuk smartphone secara massal. Pertengahan Januari 2012 lalu, pada acara pameran Consumer Electronics Show di Las Vegas, vendor Fujitsu telah memamerkan prototipe smartphone Android yang menggunakan prosesor quad core Tegra 3.

Smartphone tersebut berjalan dengan sistem operasi Android 4.0 Ice Cream Sandwich, dan mampu menjalankan aplikasi game dengan mulus tanpa lag. Game yang dimainkan saat itu adalah Riptide GP, yang tergolong game "rakus" prosesor dan memori.

Smartphone semacam ini akan memberi pengalaman gaming di layar lebar dengan resolusi tinggi dan pengontrol yang dinavigasi melalui jari di layar sentuh. Terlebih, sistem operasi Ice Cream Sandwich telah mengalami peningkatan dalam hal tampilan antarmuka.

Lambat laun, kehadiran smartphone dengan kinerja tinggi ini akan menekan pasar konsol game. Hal ini terbukti dari laporan pangsa pasar untuk perangkat keras, perangkat lunak, dan aksesori konsol game yang terus menurun dari tahun ke tahun.

Tiga produsen konsol game terbesar, yaitu Nintendo, Microsoft, dan Sony, akan berjuang keras mempertahankan konsumen mereka.

Jika vendor smartphone berniat menarik perhatian para gamer untuk beralih ke smartphone, maka mereka harus memikirkan untuk menciptakan perangkat yang lebih nyaman untuk dimainkan dan digenggam.

Contohnya adalah beberapa smartphone seri Xperia dari Sony (dulu Sony Ericsson), yang menambahkan tombol-tombol pengontrol untuk bermain game dan diberikan sertifikat PlayStation. Namun, kemampuan Xperia dalam bermain game bisa dibilang dibatasi oleh Sony karena vendor asal Jepang ini tak akan membunuh konsol game PlayStation-nya.

Dari sisi pengembang aplikasi untuk aplikasi game, jumlahnya pun terus meningkat. Aplikasi game yang tersedia di toko aplikasi online juga makin banyak.

Ambil saja contohnya Rovio, pengembang game Angry Birds untuk perangkat berbasis iOS dan Android, saat ini telah menerima berbagai tawaran yang menggiurkan dari para investor. Rovio diprediksi akan berkembang menjadi perusahaan pengembang game yang besar.

Vendor smartphone dan pengembang menjadi ancaman serius bagi perusahaan konsol game. Terlebih, smartphone juga bisa digunakan untuk kegiatan lainnya, seperti mengakses internet, bekerja, multimedia, dan lain sebagainya.

Kendati demikian, smartphone juga memiliki kelemahan pada daya tahan baterai. Prosesor quad core yang disematkan di smartphone bakal menyedot konsumsi baterai lebih banyak.

Bahkan ada kemungkinan, kinerja prosesor akan menurun ketika beroperasi dalam modus hemat baterai. Karena itulah, smartphone dengan prosesor quad core harus memiliki baterai dengan daya tahan yang super-kuat.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau