Merebus Pasta agar Tetap "Al Dente"

Kompas.com - 17/01/2012, 18:06 WIB

KOMPAS.com - Pasta memang paling enak disantap dalam tingkat al dente, atau tidak terlalu matang, sehingga masih memiliki tekstur yang kenyal dan tidak lembek. Namun, sulit untuk mengetahui apakah pasta tersebut sudah al dente atau belum.

"Agar tekstur pasta ini tetap ada dan rasanya juga tidak terlalu lembek, sebaiknya perhatikan tingkat kematangan pasta dengan cara memperhatikan waktu dan ciri khas dari pasta tersebut," ungkap Chef Eko dari Scusa restaurant, Intercontinental Midplaza Hotel, Jakarta Selatan, Minggu (15/1/2012) lalu.

Tingkat kematangan dan lamanya pemasakan pasta ini tergantung pada proses pembuatan pasta itu sendiri, yaitu pasta instan dalam bentuk kering, dan juga pasta homemade yang berbentuk basah seperti mie basah. "Pasta kering dan basah ini berpengaruh pada lamanya memasak," tambahnya.

Ketika memasak pasta dalam bentuk kering, sebaiknya pasta direbus dalam panci tinggi dan air yang banyak sehingga pasta akan tenggelam ketika direbus selama 5-6 menit. Namun, ketika merebus pasta dalam bentuk pasta basah, sebaiknya tidak merebus pasta dalam waktu yang lama agar tak terlalu lodoh. "Cukup rebus dalam waktu 3 menit saja," tukasnya.

Untuk mengetahui tingkat kematangan yang al dente sebaiknya lihat bagian tengah pasta yang dimasak. "Jika bagian tengahnya sudah putih, maka pasta ini sudah al dente dan harus langsung diangkat," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau