Padang, Kompas
Adapun banjir telah merusak 3.857 hektar (ha) areal sawah dan tambak di Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan, Jawa Timur (Jatim).
Terjangan angin puting beliung, Selasa (17/1), membuat sekitar 30 warga di permukiman padat Kampung Batu, Kelurahan Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Sementara itu, kondisi enam rumah, sebuah warung, dan ruangan semipermanen lantai dua Masjid Tawadhu’ rusak diterjang puting beliung.
Kerusakan rumah warga umumnya terjadi pada bagian atap yang jebol akibat diterbangkan angin, sedangkan ruang semipermanen lantai dua Masjid Tawadhu’ yang berdinding papan dan beratapkan seng porak poranda.
Vigo (14) mengalami luka di bagian dahi dan kaki setelah tersambar atap seng yang melayang dibawa angin kencang dan hujan lebat pada pukul 11.00. Sebagian jendela rumah juga pecah akibat tertimpa material bangunan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang Dedi Henidal mengatakan bahwa jumlah warga yang terluka sekitar 30 orang karena tertimpa dan tersambar material rumah.
Di Jalan Pejajaran, Jalan Jati, dan Jalan Meranti, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Selasa (17/1), terendam akibat hujan deras yang cukup lama sehingga menyebabkan banjir. Menurut Maryati (30), warga Jalan Pejajaran, tempat tinggalnya mulai terendam sekitar pukul 05.00. Sebelumnya, hujan lebat turun sejak sekitar pukul 01.30. ”Ketinggian air sekitar 20 sentimeter. Hujan baru reda sekitar pukul 10.00,” kata Maryati.
Hujan lebat yang memicu tergenangnya 3.857 ha areal sawah dan tambak di Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan mengakibatkan petani Bojonegoro terancam gagal tanam karena tanaman padi usia muda dikhawatirkan membusuk.
Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, hingga Selasa sore tercatat 1.710 ha tanaman padi terendam, 1.357 ha rusak berat, 353 ha rusak ringan dan tersebar di Kecamatan Trucuk (lima desa), Kanor (tujuh desa), dan Baureno (14 desa).
Adapun satu rumah semipermanen yang hancur dan empat rumah lain terancam hancur di Kampung Nangarok, Kecamatan Salawu, Tasikmalaya, terjadi saat tebing longsor pada Senin (16/1), pukul 22.30. Tebing setinggi 400 meter tersebut meruntuhkan rumah Engkus (38). Saat kejadian, di dalam rumah ada lima orang yang tidur, tetapi kelimanya selamat. Kerugian mencapai Rp 20 juta.