Dampak cuaca buruk

Puluhan Rumah Rusak dan Kebanjiran

Kompas.com - 18/01/2012, 03:43 WIB

Padang, Kompas - Cuaca buruk disertai hujan dan puting beliung mengakibatkan 30-an warga di Padang terluka disusul rusaknya rumah-rumah penduduk. Di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, cuaca buruk mengakibatkan 75 rumah penduduk terendam banjir, dan di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, sebuah rumah runtuh terkena longsoran sebuah bukit.

Adapun banjir telah merusak 3.857 hektar (ha) areal sawah dan tambak di Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan, Jawa Timur (Jatim).

Terjangan angin puting beliung, Selasa (17/1), membuat sekitar 30 warga di permukiman padat Kampung Batu, Kelurahan Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Sementara itu, kondisi enam rumah, sebuah warung, dan ruangan semipermanen lantai dua Masjid Tawadhu’ rusak diterjang puting beliung.

Kerusakan rumah warga umumnya terjadi pada bagian atap yang jebol akibat diterbangkan angin, sedangkan ruang semipermanen lantai dua Masjid Tawadhu’ yang berdinding papan dan beratapkan seng porak poranda.

Vigo (14) mengalami luka di bagian dahi dan kaki setelah tersambar atap seng yang melayang dibawa angin kencang dan hujan lebat pada pukul 11.00. Sebagian jendela rumah juga pecah akibat tertimpa material bangunan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang Dedi Henidal mengatakan bahwa jumlah warga yang terluka sekitar 30 orang karena tertimpa dan tersambar material rumah.

Di Jalan Pejajaran, Jalan Jati, dan Jalan Meranti, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Selasa (17/1), terendam akibat hujan deras yang cukup lama sehingga menyebabkan banjir. Menurut Maryati (30), warga Jalan Pejajaran, tempat tinggalnya mulai terendam sekitar pukul 05.00. Sebelumnya, hujan lebat turun sejak sekitar pukul 01.30. ”Ketinggian air sekitar 20 sentimeter. Hujan baru reda sekitar pukul 10.00,” kata Maryati.

Bengawan Solo

Hujan lebat yang memicu tergenangnya 3.857 ha areal sawah dan tambak di Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan mengakibatkan petani Bojonegoro terancam gagal tanam karena tanaman padi usia muda dikhawatirkan membusuk.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, hingga Selasa sore tercatat 1.710 ha tanaman padi terendam, 1.357 ha rusak berat, 353 ha rusak ringan dan tersebar di Kecamatan Trucuk (lima desa), Kanor (tujuh desa), dan Baureno (14 desa).

Adapun satu rumah semipermanen yang hancur dan empat rumah lain terancam hancur di Kampung Nangarok, Kecamatan Salawu, Tasikmalaya, terjadi saat tebing longsor pada Senin (16/1), pukul 22.30. Tebing setinggi 400 meter tersebut meruntuhkan rumah Engkus (38). Saat kejadian, di dalam rumah ada lima orang yang tidur, tetapi kelimanya selamat. Kerugian mencapai Rp 20 juta.

(CHE/ACI/INK/WER/BAY)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau