Potensi pesisir

Jateng Giatkan Perikanan, Jabar Jajal Rumput Laut

Kompas.com - 18/01/2012, 03:49 WIB

KUDUS, KOMPAS - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengembangkan minapolitan berbasis swadaya petani di lima kabupaten, yakni Banyumas, Klaten, Boyolali, Pemalang, dan Brebes. Sementara itu, Jawa Barat mencoba mengembangkan budidaya rumput laut di Kabupaten Indramayu.

Pengembangan potensi kelautan dan perikanan tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani yang selama ini hanya bertumpu pada sektor pertanian.

Kepala Bidang Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah Joko Trijono, Selasa (17/1), mengatakan, tiga daerah yang sudah menjadi kawasan minapolitan adalah Banyumas, Klaten, dan Boyolali. Banyumas membudidayakan ikan gurami di tambak seluas 368 hektar dengan produksi 6.206 ton pada 2011.

Pada tahun yang sama, Klaten membudidayakan nila di tambak seluas 49 hektar dengan produksi 11.528 ton. Boyolali membudidayakan lele di tambak 24 hektar dengan produksi 17.203 ton.

”Dua daerah juga siap-siap menuju minapolitan, yaitu Pemalang dan Brebes. Pemalang membudidayakan kepiting, sedangkan Brebes bandeng, rumput laut, dan udang,” kata dia.

Menurut Joko, tambak-tambak itu dikelola kelompok petani setempat dengan bantuan dana hibah dari pusat dan provinsi. Pada 2012 pemerintah pusat mengalokasikan Rp 8 miliar, sedangkan provinsi menyediakan Rp 3 miliar.

Rumput laut

Sementara itu, budidaya rumput laut di tambak menjadi tumpuan baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir pantai utara Jabar. Percobaan awal, budidaya rumput laut berhasil menambah penghasilan 241 petambak di Desa Cangkring, Kecamatan Cantigi, Indramayu.

Dalam panen raya yang dihadiri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri, Selasa (17/1), sejumlah petambak mengaku untung dengan menanam rumput laut. Sebelumnya, lahan pertambakan warga di area itu sempat menganggur karena udang windu hancur akibat serangan virus sejak 1993. Petambak menilai, rumput laut relatif mudah dirawat dan tidak memerlukan perlakuan khusus. (HEN/REK)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau