KUDUS, KOMPAS
Pengembangan potensi kelautan dan perikanan tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani yang selama ini hanya bertumpu pada sektor pertanian.
Kepala Bidang Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah Joko Trijono, Selasa (17/1), mengatakan, tiga daerah yang sudah menjadi kawasan minapolitan adalah Banyumas, Klaten, dan Boyolali. Banyumas membudidayakan ikan gurami di tambak seluas 368 hektar dengan produksi 6.206 ton pada 2011.
Pada tahun yang sama, Klaten membudidayakan nila di tambak seluas 49 hektar dengan produksi 11.528 ton. Boyolali membudidayakan lele di tambak 24 hektar dengan produksi 17.203 ton.
”Dua daerah juga siap-siap menuju minapolitan, yaitu Pemalang dan Brebes. Pemalang membudidayakan kepiting, sedangkan Brebes bandeng, rumput laut, dan udang,” kata dia.
Menurut Joko, tambak-tambak itu dikelola kelompok petani setempat dengan bantuan dana hibah dari pusat dan provinsi. Pada 2012 pemerintah pusat mengalokasikan Rp 8 miliar, sedangkan provinsi menyediakan Rp 3 miliar.
Sementara itu, budidaya rumput laut di tambak menjadi tumpuan baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir pantai utara Jabar. Percobaan awal, budidaya rumput laut berhasil menambah penghasilan 241 petambak di Desa Cangkring, Kecamatan Cantigi, Indramayu.
Dalam panen raya yang dihadiri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri, Selasa (17/1), sejumlah petambak mengaku untung dengan menanam rumput laut. Sebelumnya, lahan pertambakan warga di area itu sempat menganggur karena udang windu hancur akibat serangan virus sejak 1993. Petambak menilai, rumput laut relatif mudah dirawat dan tidak memerlukan perlakuan khusus.