Disfungsi Ereksi karena Diabetes

Kompas.com - 18/01/2012, 11:53 WIB

TANYA :

Saya sudah 20 tahun lebih membangun bahtera rumah tangga, dengan dikarunia dua anak. Sejak tiga bulan yang lalu saya berhenti merokok maupun minum kopi, namun kompensasi sebagai akibat berhentinya merokok saya suka ngemil dengan makanan-makanan berlemak dan bahkan berkalori tinggi. Akibatnya kepala saya sering pusing-pusing bahkan berat badan semakin menurun dari 86 kg hingga sekarang ini 76 kg, lalu saya periksa ke dokter dari hasil diagnosa dokter dan uji lab glukosa puasa saya mencapai 383 md/dL artinya saya mengidap diabetes melitus.

Ketika mendapatkan informasi dari dokter, timbul kurangnya percaya diri saya, karena maaf kelamin saya sulit untuk bisa bangun sehingga sulit untuk bersebadan dengan isteri. Hal ini hampir berlangsung 2 bulan. Pertanyaan saya Prof, apa yang harus saya lakukan di kala isteri meminta berhubungan (coitus), sedangkan saya hampir dua bulan ini sepertinya sudah tidak lagi berhubungan, bagaimana solusinya Prof. !

(W. Rustaman, 53, Tasikmalaya)
 

JAWAB :

Diabetes memang merupakan salah satu penyebab utama disfungsi ereksi. Boleh jadi Anda sudah lama mengalami diabetes. Tetapi karena tidak mendapat pemeriksaan, maka baru sekarang mengetahui. Akibatnya sudah terjadi komplikasi berupa gangguan ereksi.

Untuk mengatasi disfungsi ereksi, tetaplah berkonsultasi dengan dokter Anda agar kadar gula darah Anda terkontrol. Mungkin diperlukan pemeriksaan hormon juga. Untuk mengatasi hambatan melakukan hubungan seksual, diperlukan pengobatan untuk membantu terjadinya ereksi. Kalau ternyata Anda juga mengalami kekurangan hormon, maka diperlukan pengobatan hormon.

Dalam keadaan begini, jangan mencoba mengobati diri sendiri tanpa berkonsultasi kepada tenaga ahli. Jangan pula terkecoh iklan menyesatkan mengenai pengobatan gangguan ereksi yang banyak bertebaran di media massa murahan.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau