CILEGON, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian, MS Hidayat, mengutarakan, alat konversi untuk penggunaan bahan bakar gas dari bahan bakar minyak (BBM) akan diproduksi secara nasional. Jika produksi nasional tidak mencukupi maka akan diimpor.
"Konverter (alat konversi) ini prinsipnya akan diproduksi nasional. Kekurangannya diimpor. Karena musti bergerak cepat sekarang," ujar Hidayat, di Cilegon, Banten, Rabu ( 18/1/2012 ).
Terhadap upaya produksi nasional ini, kata dia, pemerintah telah menunjuk beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hidayat menyebutkan, pemerintah telah menunjuk PT Pindad dan PT Dirgantara Indonesia untuk memproduksi alat konversi gas. "Terus ada swasta yang sudah punya sertifikat ISO, mau kita undang untuk bicara," tambah dia.
Untuk spesifikasi alat konversi, Kementerian Perindustrian akan membuatnya. Akan tetapi, ia menyebutkan, pembuatan SNI (Standar Nasional Indonesia) alat konversi akan butuh waktu. "Saya akan mengeluarkan surat Kepmen (Keputusan Menteri) untuk technical standard yang akan berlaku," sebut Hidayat.
Hidayat pun menyebutkan, setiap bulan pemerintah akan mengusahakan alat konversi tersedia sekitar 3-4 ribu buah. Namun, jika kebijakan pengalihan BBM bersubsidi ke bahan bakar gas jadi dilakukan, maka butuh alat konversi hingga 250 ribu buah. "Belum (ditentukan harganya). Saya baru mau menginventarisir dari perusahaan nasional bisa berapa. Nanti sisanya baru kita impor," pungkasnya.
Seperti diberitakan, pemerintah berencana mengalihkan konsumsi BBG bersubsidi ke bahan bakar gas dan pertamax untuk mobil pribadi per 1 April mendatang. Untuk menggunakan gas, alat konversi harus dipasang di mobil yang tadinya menggunakan BBM.
Harga alat konversi impor ditaksir bisa mencapai Rp 14 juta. Sementara harga alat konversi buatan Universitas Gajah Mada bisa lebih murah yakni Rp 8-10 juta per buahnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang