JAKARTA, KOMPAS.com - Peningkatan surplus produksi pada Oktober yang terjadi di Brazil, yang merupakan produsen terbesar di dunia membuat harga kopi turun.
Harga kopi jenis arabika untuk pengiriman Maret turun tipis, kurang dari 0,1 persen menjadi 2,2515 dollar AS per pon pada perdagangan di ICE New York. Sebelumnya harga sempat menyentuh di level 2,211 dollar AS per pon, yang merupakan level terendah untuk kontak teraktif sejak 9 Januari.
Produksi kopi global, menurut perkiraaan Organisasi Kopi Internasional, diperkirakan akan meningkat 3 persen menjadi 132, 4 juta bags (1 bags = 60 kg).
Informasi produksi dari ICO ini memberikan tekanan pada pasar terhadap proyeksi harga.
Sementara itu produksi kopi di Kolombia, yang merupakan pemasok terbesar kedua di dunia untuk biji arabika, mengalami penurunan ke level terendah sejak 35 tahun. Hal itu disebabkan curah hujan yang tinggi di areal pertanian kopi, serta kurangnya sinar matahari yang berdampak pada penurunan produksi.
Panen kopi arabika menurun 12 persen menjadi 7, 8 juta bags pada tahun 2011, yang merupakan tingkat terendah sejak 1976 dari sebelumnya di 8,9 juta bags.
Ekspor dari Kolombia menurun 1,2 persen menjadi 7,7 j uta bags pada tahun 2011, turun dari sebelumnya di 7,8 juta bags.
Menurut laporan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, Rabu (18/1/2012), peningkatan ekspor kopi robusta Indonesia diperkirakan akan menambah suplai di pasar kopi. Hal itu akan menambah tekanan harga, yang pada tahun lalu sempat turun 14 persen di tengah lemahnya permintaan akibat krisis utang di Eropa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang