Bawang merah

Trotol dan Bawang Impor Pengaruhi Harga

Kompas.com - 19/01/2012, 03:17 WIB

Ponorogo, Kompas - Petani bawang merah di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, rugi besar karena tanamannya banyak diserang penyakit trotol. Di samping itu, mereka tak bisa bersaing dengan serbuan bawang impor.

Jamal (35), petani bawang merah di Kecamatan Siman, mengatakan, penyakit trotol atau lazim disebut bercak ungu muncul pertama pada akhir Desember 2011. Penyakit ini semakin merebak menyerang tanaman bawang merahnya yang baru berusia 30 hari yang ditanam di atas lahan seluas 1,25 hektar (ha).

”Serangan penyakit ini tergolong cepat. Dalam waktu dua minggu, semua tanaman sudah rusak,” kata Jamal, Rabu (18/1).

Petugas Pengamat Hama Penyakit Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo, Muhadi, mengatakan, merebaknya penyakit trotol dipicu kelembaban udara yang tinggi karena datangnya musim hujan. Jamur penyebab trotol merebak jika terjadi hujan pada malam hari.

Dinas Pertanian mencatat, luas tanaman bawang merah per Januari 2012 mencapai 5 ha dan 0,5 ha sudah terserang trotol.

Harga bawang merah pun saat ini jatuh menjadi Rp 2.000-Rp 2.500 per kg, dari harga normal Rp 8.000 per kg. Serbuan bawang impor diduga menjadi pemicu jatuhnya harga bawang.

Menanggapi masalah ini, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Deddy Saleh mengatakan, pemerintah sudah mengeluarkan surat keputusan untuk membatasi impor bawang merah pada akhir Desember 2011. ”Surat keputusan itu berlaku Maret 2012,” kata Deddy. (NIK/ENY)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau