Harga Minyak Mentah Turun Tipis

Kompas.com - 19/01/2012, 07:58 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com — Harga minyak mentah turun tipis di New York Mercantile Exchange (Nymex), Rabu (18/1/2012) waktu setempat. Alasannya, pemerintahan Obama menolak izin pipa Keystone XL milik TransCanada Corp (TRP), yang akan membawa minyak mentah dari pasir minyak Alberta, Canada, ke Pantai Teluk AS.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengantaran Februari turun 12 sen menjadi 100,59 dollar AS per barrel di Nymex. Bahkan minyak ini sempat menyentuh 99,84 dollar AS karena berita penolakan izin Obama tersebut. Sementara minyak mentah Brent untuk penetapan Maret turun 87 sen, atau 0,8 persen, menjadi 110,66 dollar AS per barrel di ICE Futures Europe exchange, London.

"Persediaan (minyak mentah) akan meningkat karena hal itu (penolakan Obama)," ujar Stephen Schork, Presiden the Schork Group, di Villanova, Pennsylvania, Rabu waktu setempat. Menurut dua orang sumber terkait dengan penolakan izin itu, harga minyak WTI yang merupakan kontrak dasar AS langsung turun setelah berita penolakan baru terdengar akan keluar.

Berita sendiri resmi keluar setelah penutupan perdagangan.  "Tadinya ada taruhan bahwa minyak WTI akan mendekati harga minyak dunia tahun ini, tapi penolakan Keystone mengakhiri prospek tersebut," tambah Schork.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau