Upah buruh

Ribuan Buruh Kawasan Berikat Demo

Kompas.com - 19/01/2012, 11:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Lebih dari 1.000 buruh berunjuk rasa di depan pintu masuk Kawasan Berikat Nusantara, Jalan Cakung Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (19/1/2012). Mereka kembali menuntut agar upah minimum sektoral provinsi (UMSP) dikoreksi dari 5 persen menjadi 20 persen di atas upah minimum provinsi yang sudah ditetapkan.

Sebelumnya, sepekan lalu, demo serupa juga digelar para buruh di Kawasan Berikat Nusantara (KBN). Selain berunjuk rasa, para buruh juga mogok kerja sehingga kegiatan produksi pada 98 pabrik yang ada di KBN lumpuh.

Selama satu hari mogok itu, para pengusaha yang tergabung dalam Korean Garment Association (Koga) menaksir kerugian mencapai 1 juta dollar AS. Itu baru terbatas untuk industri garmen. Jika ditambah dengan semua industri di KBN, maka total kerugian mencapai 2 juta dollar AS.

Kini, menurut Ketua Umum Federasi Serikat Buruh Indonesia Bayu Murnianto, demo digelar kembali untuk mendesak pemerintah agar bersedia mengoreksi UMSP menjadi 20 persen.

"Dari informasi yang kami peroleh, Kamis siang ini pemerintah sedang rapat menetapkan UMSP di Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta," kata Bayu.

Kalau pemerintah tak juga memenuhi tuntutan buruh, lanjut Bayu, maka buruh akan kembali mogok kerja. "Kami akan melakukan hal yang sama seperti sepekan lalu," kata Bayu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau