BK: Janggal, Ruang Banggar Biasa-biasa Saja

Kompas.com - 19/01/2012, 13:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat menunggu hasil audit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk memutuskan ada tidaknya pelanggaran terkait renovasi ruang Badan Anggaran atau Banggar DPR.

Pasalnya, pengamatan pihak BK, renovasi ruang yang terletak di Gedung Nusantara II itu diperkirakan tak menghabiskan dana hingga Rp 20,3 miliar.

"Bayangan kita itu ruangan yang mewah sekali. Ternyata biasa-biasa saja. Ruangannya tidak lebih nikmat dibanding ruang kita di BK. Artinya, kita lihat ada kejanggalan," kata Ketua BK M Prakosa seusai meminta penjelasan pimpinan Banggar di Kompleks DPR, Kamis (19/1/2012).

BK meminta penjelasan empat pimpinan Banggar yakni Melchias Markus Mekeng, Tamsil Linrung, Mirwan Amir, dan Olly Dondokambey. Sebelumnya, BK telah meminta penjelasan pihak Badan Urusan Rumah Tangga dan Sekretariat Jenderal DPR.

Prakosa mengatakan, pihaknya tak melihat ada kesalahan dari segi pengusulan ruangan baru lantaran ruang Banggar yang lama di Gedung Nusantara I kurang memadai. Kejanggalan, kata dia, terletak pada besarnya dana yang digunakan.

"Untuk itu kita ingin ada audit oleh BPKP. Dari sini akan dilihat apakah ada penyimpangan. Kalau ada penyimpangan yang terindikasi pidana, nanti akan kita rekomendasi ke penegak hukum," kata Prakosa. Saat ini, BPKP tengah melakukan investigasi proyek itu.

Selanjutnya, tambah politisi PDI-P itu, pihaknya akan meminta penjelasan perusahaan konsultan perencana hingga pelaksana. "Akan kita undang semua yang terkait," pungkas dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau