Transportasi

Kereta Bandara Diminati Investor Asing

Kompas.com - 19/01/2012, 14:42 WIB

JAKARTA, OMPAS.com — Investor asing melirik proyek-proyek infrastruktur di Indonesia. Ketika dibuka lelang proyek konsultan studi kelayakan, banyak perusahaan dari luar negeri ikut serta.

Demikian dikemukakan Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) Emma Sri Martini, Kamis (19/1/2012), dalam Indonesia Infrastructure Outlook 2012 di Jakarta.

"Direktorat Jenderal Perkeretaapian telah meminta SMI untuk mempersiapkan lelang proyek kereta Bandara Soekarno-Hatta. Kami telah membuka lelang, ternyata pesertanya dari Jepang, Kanada, Spanyol, Amerika, dan Perancis," kata Emma.

Emma menambahkan, hal itu baru terkait studi kelayakan, belum masuk ke rencana untuk investasi.

Pada pertengahan tahun 2012, hasil awal dari studi kelayakan itu akan selesai. Maka, rasa penasaran dari investor, terutama dari investor asing, sudah dapat dijawab dengan hasil studi itu.

"Belum tentu juga SMI akan terus memproses persiapan lelang. Sebab, dengan hasil studi itu, pemerintah dapat memutuskan untuk tetap menjalankan skema public private partnership atau mengerjakannya sendiri," kata Emma.

Pemerintah telah memundurkan targetnya dengan menunda lelang proyek kereta Bandara Soekarno-Hatta hingga awal tahun 2013. Nilai proyek mencapai sekitar Rp 11 triliun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau