Alasan RD Pilih Pelita Jaya

Kompas.com - 19/01/2012, 17:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelatih Rahmad Darmawan akhirnya resmi menangani Pelita Jaya. Lalu apa yang membuat RD tertarik membesut "The Young Guns"?

"Dalam pembicaraan, saya diberi keleluasaan mengelola tim. Saya juga dijanjikan sebuah kesempatan menimba ilmu di luar negeri," kata Rahmad dalam acara penandatangan kontrak di ruang Serba Guna Lantai 5 Apartemen Cilandak, Jalan TB Simatupang kav. 38 B, Citos, Jakarta Selatan, Kamis (19/1/2012).

Hal itu diaminkan oleh Manajer Pelita Lalu Mara. Lalu Mara menyatakan, Pelita memberikan kesempatan RD untuk magang di VS Visse atau Brisbane Roar saat jeda kompetisi. "Kita beri kesempatan magang untuk dia. Kami ingin mengembangkan pelatih lokal berkualitas seperti RD. Tapi tidak menutup kemungkinan, RD bisa magang di klub-klub lain dengan difasilitasi Pelita," beber Lalu Mara.

Sementara itu, RD mengaku bahagia bisa bergabung dengan Pelita. "Saya pikir, ini hari yang sangat membahagiakan. Setelah sekian lama lepas dari timnas U-23, kini saya resmi bergabung dengan Pelita Jaya," jelas RD.

Kedatangan RD di Pelita dipastikan tidak akan mengubah komposisi tim yang sudah ada. Bahkan, RD berjanji akan memberi kesempatan bagi pemain muda di Pelita. "Saya akan menginventarisasi pemain Pelita dan berdiskusi dengan Djadjang (asisten pelatih). Saya akan maksimalkan dengan pemain yang ada. Saya banyak kenal dengan pemain muda Pelita. Intinya, saya kombinasikan beberapa generasi di Pelita untuk membentuk satu kesatuan," beber RD.

"Saya selalu menyesuaikan dengan kondisi dan target tim. Ketika melatih Persipura, saya banyak pemain muda. Boaz Solossa juga baru pertama kali tampil di Liga Super. Ketika di Sriwijaya FC, orang tidak kenal Alamsyah dan Slamet Riyadi. Tentu, saya ingin melakukan hal yang sama di Pelita. Ada Dedi Kusnandar dan Andesi Prabowo. Kenapa enggak memaksimalkan mereka karena bukan tidak mungkin mereka menjadi tumpuan tim di masa yg akan datang," sambungnya.

RD resmi membesut Pelita dengan durasi kontrak selama dua tahun. Pelatih asal Lampung itu diharapkan bisa membawa Pelita sebagai juara Indonesia Super League (ISL) pada musim ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau