Bencana alam

Korban Puting Beliung Wonosobo Butuh Bantuan Atap

Kompas.com - 19/01/2012, 18:21 WIB

WONOSOBO, KOMPAS.com - Sebanyak 35 keluarga warga Desa Candimulyo, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah yang menjadi korban puting beliung pada Rabu kemarin, membutuhkan bantuan atap. Sebagian besar atap rumah warga yang terbuat dari seng rusak diterjang angin.

Kepala Desa Candimulyo, Ikhasanuddin, Kamis (19/1/2012) mengatakan, sebagai penanganan sementara warga membuat atap dari bambu. "Untuk sementara kami akan mengupayakan perbaikan atap dengan meminjam bahan material rumah ke salah satu pemilik toko bangunan," tuturnya.

Sekitar 150 jiwa yang menjadi korban angin puting beliung pada Rabu sore, sebagian sudah beraktivitas normal. Namun, masih banyak yang khawatir terhadap terjangan angin susulan saat curah hujan kembali tinggi.

Kepala Dusun Candiroto Harwandi mengatakan, dari 35 rumah yang rusak lima di antaranya rusak parah karena atap habis sebagian tumpuan atap beton juga runtuh. Pemiliknya terpaksa mengungsi di rumah tetangga yang aman. Sedangkan 30 rumah lainnya masuk kategori rusak sedang dan ringan. Untuk proses penanganan sementara, bagian rumah yang atap gentengnya ambrol ditutupi menggunakan terpal dan plastik.

Camat Kretek Prayitno mengatakan, pihaknya sudah menyalurkan bantuan sembako bagi semua keluarga. Saat ini pihaknya masih mengidentifikasi kebutuhan atap serta kayu bagi rumah yang rusak sedang dan parah.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau