Negosiasi

Utusan AS Cuma ke India

Kompas.com - 19/01/2012, 20:30 WIB
KOMPAS.com - Utusan Amerika Serikat untuk membahas pasca-perang Afganistan akan melakukan perjalanan tak terjadwal ke New Delhi. Sebelumnya, Pakistan, seteru India, menolak kunjungannya, kata pejabat pada, Rabu (18/1/2012).
   
Pejabat Amerika Serikat menyatakan Pakistan memberi tahu mereka bahwa negara itu tidak mau menerima utusan khusus Marc Grossman sampai Islamabad menyelesaikan kajian tentang kelanjutan hubungan dengan Washington, yang terpuruk ke titik terendah dalam beberapa bulan belakangan.
   
Departemen Luar Negeri, menurut warta AFP, Kamis, menyatakan Grossman ke India pada Jumat. Dukungan Grossman terhadap Afganistan dan Presiden Hamid Karzai sangat dibenci banyak pihak di Pakistan, yang menuduh New Delhi mencoba menggunakan masalah itu untuk menentang Islamabad.
   
Juru bicara Departemen Luar Negeri Victoria Nuland menyatakan Amerika Serikat tidak mengirim pesan apa pun ke Pakistan melalui perjalanan Grossman ke India dan menegaskan bahwa ia ingin mengunjungi negara itu. "Kami menjelaskan bahwa kami akan menyambut persinggahan Duta Besar Grossman di Islamabad pada perjalanan itu," katanya kepada wartawan.
   
"Pakistan berusaha keras membahas hubungan kami. Mereka minta kami memberi waktu untuk itu. Jadi, ia tidak akan sana dalam perjalanan tersebut," katanya.
   
Nuland menyatakan Amerika Serikat menyambut upaya India, yang memberikan lebih dari dua miliar dollar AS  dalam bantuan ke Afganistan dan berencana berperan lebih besar dalam pelatihan tentara dan pasukan keamanan Afganistan. "Kami percaya bahwa India memiliki peran dalam mendukung demokrasi dan masa depan cerah Afganistan," katanya.
   
Pakistan meninjau hubungan dengan Washington di tengah penurunan tajam hubungan keduanya, terutama setelah pasukan Amerika Serikat membunuh Osama bin Laden dalam serangan sepihak di kota garnisun Abbottabad pada 2011.
   
Islamabad menuntut permintaan maaf dan membekukan kerjasama sesudah serangan udara persekutuan pertahanan Atlantik utara NATO di dekat perbatasan Afganistan pada 26 November menewaskan 24 tentara Pakistan.
   
Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyuarakan penyesalan, tapi tidak mengungkapkan permintaan maaf penuh.
   
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton pada pekan lalu menyatakan Grossman akan membahas rujuk di Afganistan dan berbicara dengan Presiden Karzai tentang pemulai-kembalian pembicaraan awal dengan Taliban.
   
Amerika Serikat akan menarik sebagian besar pasukannya dari Afghanistan pada 2014, mengakhiri lebih dari satu dasawarsa perang. Tapi, banyak pejabat Amerika Serikat memiliki keprihatinan mendalam tentang peran Pakistan, meyakini badan sandinya berhubungan dengan pejuang di Afganistan.
   
Setelah New Delhi, Grossman ke Afganistan pada Sabtu untuk mengadakan pembicaraan dengan Karzai. Ia juga mengunjungi Qatar, Arab Saudi, Turki dan Uni Emirat Arab dalam perjalanan hampir dua pekan.
   
Peningkatan ketegangan dengan Pakistan mengancam kemunduran usaha perdamaian di Afganistan, tetangganya.
   
Kerja sama Pakistan dianggap penting, karena sejarah panjang hubungannya dengan kelompok pejuang, untuk membujuk Taliban bergabung dalam perundingan.
   
Hubungan Washington dengan Islamabad rusak parah pada Januari 2011 akibat pembunuhan dua warga Pakistan oleh kontraktor badan sandi Amerika Serikat CIA.
   
Amerika Serikat kian membuat marah dan mempermalukan tentara kuat Pakistan pada Mei dengan serangan sepihak pasukan khusus, yang menewaskan pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden.
   
Pakistan menyatakan serangan itu, yang tidak diberitahukan, adalah pelanggaran terhadap kedaulatannya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau