Jika Parfum Anda Mengganggu Orang Lain

Kompas.com - 19/01/2012, 21:52 WIB

KOMPAS.com — Hanya gara-gara Anda menyemprot parfum terlalu banyak, orang lain ternyata bisa menggugat Anda dan membuat pemerintah daerah melarang pemakaian parfum.

Perwakilan pemerintah New Hampshire, Michele Peckham, pada tahun 2011 menyusun rancangan undang-undang House Bill 1444. Bila disepakati, peraturan ini akan melarang pegawai pemerintahan untuk memakai parfum selama jam kerja. Hal ini terjadi setelah seorang konstituen yang mengidap alergi yang ekstrem melakukan pendekatan terhadap Peckham dengan proposal tersebut.

"Kedengarannya konyol, tetapi hal ini merupakan isu kesehatan," tutur Peckham kepada Union Leader. "Banyak orang yang memiliki reaksi yang keras terhadap aroma yang kuat."

Menurut Jonathan Bayuk, pakar alergi di Hampden County Physician Associates, wewangian yang kuat memang tidak cuma mengganggu bagi orang lain. "Banyak juga orang yang memiliki masalah sensitivitas kimia, di mana mereka alergi terhadap hal-hal lain, seperti tungau, kapang, atau serbuk sari. Ketika mereka terekspos terhadap bahan kimia atau wewangian yang aromanya menjengkelkan, mereka memiliki reaksi yang sangat mirip," ujar Bayuk.

Disebutkan pula, satu dari empat orang mengidap tipe alergi yang sama. Mereka yang menderita alergi wewangian tidak hanya bereaksi terhadap wewangian, tetapi juga losion yang beraroma wangi. Aroma bunga yang begitu kuat, misalnya, bisa membuat seseorang pusing dan mual.

Kasus ini bukan yang pertama kalinya mencuat. Pada tahun 2008, Susan McBride mengklaim bahwa wewangian seorang rekan kerjanya membuatnya sulit bernapas dan melakukan pekerjaannya. Ia lalu menuntut kota Detroit di bawah hukum Americans with Disabilities Act, dan akhirnya mendapatkan ganti rugi sebesar 100.000 dollar AS. Kota tersebut memperingatkan para pekerja untuk tidak memakai produk-produk yang wangi, seperti parfum, cologne, deodoran, losion, dan krim cukur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau