Kapolri Sesalkan Anggotanya Gunakan Senjata

Kompas.com - 20/01/2012, 03:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Polisi RI Jenderal (Pol) Timur Pradopo menyesalkan bahwa dalam penyelesaian konflik di sejumlah daerah di mana anggota kepolisian menggunakan senjata api untuk mengamankan konflik. Termasuk yang ia sesalkan, anggota kepolisian yang juga menjadi korban dalam konflik karena sikap anarki masyarakat.

"Sekali lagi kami sangat-sangat menyesalkan kejadian itu membuat masyarakat harus jadi korban atau polisi jadi korban. Insya Allah itu semua nanti akan ada evaluasi di wilayah yang ada perbaikan, kami mengontrol," ujar Kapolri di Jakarta, Kamis (19/1/2012) malam.

Kapolri berharap kepolisian dapat menyosialisasikan penyelesaian konflik melalui cara preventif kepada masyarakat. Jika anggota kepolisian melakukan tindak pidana, kata dia, pihaknya tak segan-segan membawanya pada proses penegakan hukum.

"Masyarakat juga mengerti kalau sudah seperti ini apa sih yang harus kami lakukan sehingga kami kasih solusi kalau pada akhirnya harus berujung pada penegakan hukum dan harus maju ke pengadilan, ya itu yang akan kami dorong," kata Kapolri.

Seperti diberitakan, dalam beberapa konflik yang terjadi Bima dan Mesuji, anggota kepolisian kedapatan melepaskan peluru kepada massa yang tengah melakukan unjuk rasa dan aksi protes. Polisi beralasan, hal tersebut dilakukan karena massa bertindak anarki dan tak dapat ditindak. Sementara sejumlah kalangan menyebut anggota kepolisian justru melanggar HAM karena menyelesaikan konflik dengan senjata api.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau