Ketidaksiapan Infrastruktur BBM Nonsubsidi Dipersoalkan

Kompas.com - 20/01/2012, 20:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Widjajono Partowidagdo menyayangkan manajemen PT Pertamina baru menyatakan ketidaksiapan infrastruktur menjelang penerapan pembatasan pemakaian BBM bersubsidi bagi mobil pelat hitam di wilayah Jawa dan Bali, pada 1 April 2012.

"Semestinya mereka bilang sejak awal tentang kondisi mereka. Kalau tidak siap ya seharusnya bilang tidak siap dengan kita, jangan kemudian ke DPR bilang tidak siap," kata Widjajono, Jumat (20/1/2012) di Jakarta.

Menanggapi hal itu, Wakil Presiden Komunikasi Korporat PT Pertamina (Persero) Mochamad Harun mengatakan, manajemen Pertamina menyatakan kesiapan infrastruktur BBM nonsubsidi sangat tergantung pada adanya payung hukum, yakni revisi Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2005 tentang harga jual eceran BBM.

"Hingga kini aturan pembatasan BBM bersubsidi itu belum juga terbit. Padahal pembangunan infrastruktur BBM nonsubsidi maupun switching tangki pendam ke Pertamax butuh waktu sekitar tiga bulan," kata Harun.

Selain itu pembangunan infrastruktur BBM nonsubsidi terkendala keterbatasan pendanaan. Total kebutuhan investasi untuk membangun infrastruktur itu mencapai sekitar Rp 120 miliar. "Para pemilik SPBU membutuhkan pinjaman lunak dari pemerintah tetapi sampai sekarang belum ada realisasinya. Tanpa itu, mereka akan kesulitan membangun sarana dan fasilitas Pertamax," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, menyebutkan dari 3.062 stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) di wilayah Jawa dan Bali, baru 2.080 SPBU yang menjual Pertamax. Dari total jumlah itu, sebanyak 687 SPBU berpotensi beralih tangki pendam ke Pertamax dan 295 SPBU memerlukan investasi baru.

Untuk wilayah Jabodetabek baru 720 SPBU, dengan rincian 666 SPBU sudah menjual Pertamax, 13 SPBU berpotensi beralih tangki pendam ke Pertamax, dan 41 SPBU perlu investasi baru. "Untuk infrastruktur di Jabodetabek, sudah siap," kata Karen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau