Pemilukada dki

Faisal: Sekarang Kami Baru Panen Dukungan

Kompas.com - 21/01/2012, 01:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Faisal Basri Batubara telah menyatakan tekadnya secara terbuka untuk kembali mencalonkan diri dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) DKI Jakarta 2012 sejak 21 Juli 2011. Namun gaungnya setelah itu tidak begitu terdengar lagi selama beberapa bulan.

Kiprahnya baru menggema kembali saat mantan Ketua STIE Perbanas ini mendeklarasikan diri bersama Biem Benjamin sebagai bakal calon Gubernur/Wakil Gubernur DKI pada 7 Oktober 2011. Dalam waktu terhitung singkat, pasangan yang memilih jalur independen ini telah meraup dukungan yang disyaratkan Komisi Pemilihan Umum DKI berupa 407.345 KTP calon pemilih.

Keberhasilan itu tidak serta merta mendatangi 'pasangan saweran' ini. Kesuksesan tersebut juga tidak semata-mata ditentukan oleh nama besar Faisal dan Biem. "Awalnya kami bangun basis di masyarakat dulu. Sekarang baru kami panen dukungannya," ungkap Faisal membagikan strategi yang diterapkannya kepada wartawan di Senayan, Jakarta, Jumat (20/1/2012).

Ekonom asal Universitas Indonesia ini tidak berpangku tangan setelah mendeklarasikan diri. Bersama tim kecil, pasangan ini rutin turun ke permukiman warga dan berdialog dengan masyarakat. Ia bahkan menyempatkan diri pula untuk menginap di rumah warga. Temuan dan usulan serta keluh kesah warga tidak didiamkan begitu saja. Sepulang dari acara kunjungan, Faisal bersama tim aktif mendiskusikan berbagai masalah dan mencari solusinya.

"Di rumah Tebet (markas tim Faisal-Biem) kami berdiskusi dengan semangat sampai jam satu atau dua dini hari," kata Faisal.

Keuntungan pasangan Faisal-Biem adalah kebanyakan permukiman yang didatangi justru belum pernah mendapat kunjungan dari bakal calon (Balon) lainnya. Permukiman dengan gang-gang sempit dan deretan rumah padat penduduk serta kumuh yang didatangi Faisal-Biem dan timnya mungkin jauh dari perhatian kebanyakan balon lainnya.

"Justru karena ini kami mendapat banyak simpati warga walaupun kami tidak menyediakan iming-iming," tutur Faisal.

Langkah tersebut bahkan mendapat pengakuan dan pujian balon lainnya. Strategi lain dari tim ini adalah dengan mengefektifkan pemanfaatan situs jejaring sosial, terutama Facebook dan Twitter. Situs khusus Faisal-Biem, www.faisal-biem.com juga terhitung paling aktif dan dikelola lebih profesional dibandingkan situs/blog nama-nama balon lainnya.

"Kami dapat mendiskusiakan, mengkomunikasikan permasalahan, program, hingga urusan keuangan dan bisa langsung mendapat feedback (tanggapan)," kata Faisal mengulas efektifnya pemanfaatan teknologi informatika dalam sosialisasi pencalonan mereka.

Tak heran bila semakin banyak kalangan saat ini memberi dukungan bagi Faisal-Biem. Dari kalangan petinggi negara, tokoh-tokoh agama, hingga para artis yang sebelumnya minim perhatian pada dunia politik pun akhirnya tergerak untuk membantu langkah pasangan calon independen ini.

Saat ini jumlah KTP dukungan warga yang dikumpulkan tim Faisal-Biem sudah mencapai 415.935 copy, melebihi batas minimal yang ditetapkan KPU DKI. Dengan waktu pengumpulan yang masih tersisa lebih dari dua pekan, Faisal berharap KTP yang terkumpul bisa mencapai kisaran 500.000-600.000-an.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau