JAKARTA, KOMPAS.com - Faisal Basri Batubara telah menyatakan tekadnya secara terbuka untuk kembali mencalonkan diri dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) DKI Jakarta 2012 sejak 21 Juli 2011. Namun gaungnya setelah itu tidak begitu terdengar lagi selama beberapa bulan.
Kiprahnya baru menggema kembali saat mantan Ketua STIE Perbanas ini mendeklarasikan diri bersama Biem Benjamin sebagai bakal calon Gubernur/Wakil Gubernur DKI pada 7 Oktober 2011. Dalam waktu terhitung singkat, pasangan yang memilih jalur independen ini telah meraup dukungan yang disyaratkan Komisi Pemilihan Umum DKI berupa 407.345 KTP calon pemilih.
Keberhasilan itu tidak serta merta mendatangi 'pasangan saweran' ini. Kesuksesan tersebut juga tidak semata-mata ditentukan oleh nama besar Faisal dan Biem. "Awalnya kami bangun basis di masyarakat dulu. Sekarang baru kami panen dukungannya," ungkap Faisal membagikan strategi yang diterapkannya kepada wartawan di Senayan, Jakarta, Jumat (20/1/2012).
Ekonom asal Universitas Indonesia ini tidak berpangku tangan setelah mendeklarasikan diri. Bersama tim kecil, pasangan ini rutin turun ke permukiman warga dan berdialog dengan masyarakat. Ia bahkan menyempatkan diri pula untuk menginap di rumah warga. Temuan dan usulan serta keluh kesah warga tidak didiamkan begitu saja. Sepulang dari acara kunjungan, Faisal bersama tim aktif mendiskusikan berbagai masalah dan mencari solusinya.
"Di rumah Tebet (markas tim Faisal-Biem) kami berdiskusi dengan semangat sampai jam satu atau dua dini hari," kata Faisal.
Keuntungan pasangan Faisal-Biem adalah kebanyakan permukiman yang didatangi justru belum pernah mendapat kunjungan dari bakal calon (Balon) lainnya. Permukiman dengan gang-gang sempit dan deretan rumah padat penduduk serta kumuh yang didatangi Faisal-Biem dan timnya mungkin jauh dari perhatian kebanyakan balon lainnya.
"Justru karena ini kami mendapat banyak simpati warga walaupun kami tidak menyediakan iming-iming," tutur Faisal.
Langkah tersebut bahkan mendapat pengakuan dan pujian balon lainnya. Strategi lain dari tim ini adalah dengan mengefektifkan pemanfaatan situs jejaring sosial, terutama Facebook dan Twitter. Situs khusus Faisal-Biem, www.faisal-biem.com juga terhitung paling aktif dan dikelola lebih profesional dibandingkan situs/blog nama-nama balon lainnya.
"Kami dapat mendiskusiakan, mengkomunikasikan permasalahan, program, hingga urusan keuangan dan bisa langsung mendapat feedback (tanggapan)," kata Faisal mengulas efektifnya pemanfaatan teknologi informatika dalam sosialisasi pencalonan mereka.
Tak heran bila semakin banyak kalangan saat ini memberi dukungan bagi Faisal-Biem. Dari kalangan petinggi negara, tokoh-tokoh agama, hingga para artis yang sebelumnya minim perhatian pada dunia politik pun akhirnya tergerak untuk membantu langkah pasangan calon independen ini.
Saat ini jumlah KTP dukungan warga yang dikumpulkan tim Faisal-Biem sudah mencapai 415.935 copy, melebihi batas minimal yang ditetapkan KPU DKI. Dengan waktu pengumpulan yang masih tersisa lebih dari dua pekan, Faisal berharap KTP yang terkumpul bisa mencapai kisaran 500.000-600.000-an.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang