Sarkozy: Menyerang Iran Bukan Solusi

Kompas.com - 21/01/2012, 10:49 WIB

PARIS, KOMPAS.com — Presiden Perancis Nicolas Sarkozy mengatakan, serangan militer ke Iran untuk menghentikan program nuklirnya hanya akan memicu ”perang dan kekacauan” di Timur Tengah atau bahkan di seluruh dunia. Alih-alih ia menyerukan sanksi ekonomi yang lebih keras.

Pernyataan Sarkozy itu disampaikan dalam pertemuan dengan kalangan diplomatik di Paris, Jumat (20/1/2012). ”Intervensi militer tak akan menyelesaikan masalah, tetapi justru akan memicu perang dan chaos di Timur Tengah dan mungkin di seluruh dunia,” tandas Sarkozy.

Meski demikian, Sarkozy mengingatkan bahwa waktu sudah semakin habis untuk mencegah salah satu negara melancarkan serangan militer ke Iran.

”Waktu sangat terbatas. Perancis akan melakukan segala cara untuk mencegah intervensi militer, tetapi hanya ada satu cara untuk menghindari itu: sanksi yang jauh lebih keras dan tegas,” seru dia.

Sarkozy juga menggunakan kesempatan itu untuk menyeru kepada China dan Rusia agar ikut mendukung rangkaian sanksi baru yang akan diterapkan Barat pada Iran. ”Dan, saya menyeru kepada kawan-kawan China dan Rusia: bantu kami menjamin perdamaian di dunia. Kami jelas membutuhkan kalian,” ujar Sarkozy.

Negara-negara Barat berniat menerapkan sanksi terhadap Bank Sentral Iran dan mengembargo ekspor minyak Iran guna memutus sumber pemasukan negara tersebut. Para menteri luar negeri anggota Uni Eropa dikabarkan akan bertemu di Brussels, Belgia, Senin mendatang, untuk menyepakati embargo minyak Iran ini.

Rusia dan China sudah menunjukkan gelagat tak akan mendukung sanksi terhadap Iran. Perdana Menteri China Wen Jiabao menyatakan, Kamis (19/1), China menentang setiap usaha Iran membuat senjata nuklir, tetapi ia juga membela hubungan dagang China dan Iran, terutama dalam hal pembelian minyak.

Serangan militer

Sampai kini, Israel belum menyingkirkan kemungkinan serangan militer untuk menghentikan program nuklir Iran yang diduga bertujuan membuat senjata nuklir. Amerika Serikat, sekutu terdekat Israel, bahkan khawatir negara itu nekat menyerang Iran sendirian tanpa koordinasi dengan AS dulu.

AS mengirim Kepala Staf Gabungan Jenderal Martin Dempsey ke Israel, Jumat, untuk berbicara dengan para pemimpin negara itu. Tak dijelaskan detail isi pembicaraan Dempsey dengan para pejabat Israel. Namun, diduga ia berusaha membujuk Israel agar tak melakukan serangan militer secara sepihak ke Iran di saat AS sedang menggalang dukungan internasional untuk menerapkan sanksi lebih tegas.

Dalam pernyataan resmi yang disiarkan Kementerian Pertahanan Israel, Dempsey secara tersirat mengatakan kepada pihak Israel untuk terus menjaga komunikasi dengan Washington.

”Kami (AS dan Israel) punya banyak kepentingan yang sama di kawasan ini pada saat yang sangat dinamis, dan semakin kami bisa melanjutkan untuk saling melibatkan satu sama lain akan semakin baik,” tutur Dempsey.

Dalam kunjungan sehari di Israel, dia bertemu Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel Letnan Jenderal Benny Gantz, Menteri Pertahanan Ehud Barak, Presiden Shimon Peres, dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Sehari sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi memperingatkan negara-negara tetangganya di kawasan Teluk Persia untuk tidak mengambil ”posisi berbahaya” dengan menempatkan diri mereka terlalu dekat dengan AS. ”Kami ingin perdamaian dan ketenangan di kawasan ini, tetapi beberapa negara di kawasan kami ingin mengarahkan negara-negara lain yang berjarak 12.000 mil dari sini,” tandas Salehi.
(Reuters/AFP/AP/DHF)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau