Liga kompas gramedia u-14

Setahun Bangun Lagi, SSB Rajawali Muda Terbang Tinggi

Kompas.com - 22/01/2012, 03:01 WIB

Seperti musim sebelumnya, ”Kompas” memperkenalkan tim-tim peserta Liga Kompas Gramedia (U-14). Dari 16 tim, 13 peserta lama dan pernah dikupas. Kali ini dibedah tiga tim debutan, turun setiap akhir pekan, dimulai Minggu ini. Redaksi

Denyut nadi kehidupan di balik markas Batalyon Arhanudri-1, Serpong, Tangerang Selatan, ternyata bukan hanya aktivitas kemiliteran. Di kompleks tentara itu, 120-an anak usia enam hingga belasan tahun Sekolah Sepak Bola atau SSB Rajawali Muda digembleng berlatih sepak bola. Empat kali dalam sepekan: Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.

Jumat (20/1) sore, kawasan itu baru diguyur hujan, membuat lapangan becek. Namun, hal itu tak menyurutkan puluhan anak tetap berlatih. Ada tiga kelompok anak yang sore itu berlatih terpisah, masing-masing dibimbing satu pelatih.

”Kondisi lapangan seperti ini memang menyulitkan passing, tetapi bagus untuk menambah (kekuatan) fisik pemain,” kata Rohili, pelatih kelompok usia di bawah 14 tahun (U-14), peserta Liga Kompas Gramedia (LKG).

SSB Rajawali Muda tampil mengejutkan dalam debut pada laga pembuka musim ini, memukul ranking pertama dua musim beruntun, AS-IOP Apacinti, 3-1. Pekan kedua, mereka menahan Kabo Mania, 1-1.

Ketua Umum SSB Rajawali Muda Achmad Sujai Husnan mengungkapkan, pemain yang turun di LKG U-14 ini adalah juara Liga Top Skor U-13 dan juara nasional Piala Menpora. Sekitar 10 pemain satu kelas di SMP 16 Kota Tangerang, semifinalis Liga Pendidikan Indonesia tingkat nasional.

”Reinkarnasi” Elang Muda 

Mereka sudah terbang tinggi. Sukses itu dicapai setelah hanya setahun mereka bangun lagi, berganti nama dari SSB Elang Muda yang berdiri 2008 dan mulai mati suri 2010. ”Mulai 2011 kami hidupkan lagi SSB Elang Muda dengan nama baru, SSB Rajawali Muda,” kata Sujai.

Menurut Sujai, siswanya direkrut dari SSB-SSB di kawasan Tangerang Selatan, terbagi dalam tujuh kelompok umur, mulai U-6, U-8, U-10, U-12, U-14, U-16, hingga U-18. Siswa mendaftar Rp 300.000 dan membayar iuran Rp 50.000 per bulan.

Dari iuran itu, kata Sujai, pengelola masih nombok Rp 5 juta-Rp 10 juta per bulan. Para siswa ditangani tujuh pelatih berlisensi B, C, dan D. Mantan pelatih timnas, Mundari Karya, pernah melatih SSB itu.

”Paling kami hindari di sini, mematok target ke pemain. Itu hanya akan membebani pemain,” kata Umar Nalis, pelatih. 

Sujai menambahkan, ketika anak diserahkan untuk dilatih, semua harus diserahkan kepada pelatih. Tak boleh intervensi.

”Saya pernah tegur orangtua yang melontarkan kata-kata tak pantas saat anaknya bertanding. Saya katakan, ’Sekali lagi kata-kata itu diucapkan, anak Bapak kami coret’,” tutur Sujai.

Tanpa disadari, dalam pembinaan usia muda, sikap orangtua tak jarang kontraproduktif. Ini yang harus dicegah. (SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau