Ini yang Dilakukan Lorenzo Saat Cemas dan Tegang

Kompas.com - 22/01/2012, 07:15 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo, mengaku kerab merasa cemas dan diliputi perasaan menegangkan menjelang sebuah balapan. Tetapi, juara dunia MotoGP 2010 ini punya resep untuk menghilangkan ketegangan tersebut.

"Ketika sedang dalam situasi yang menegangkan dan cemas, saya mendengarkan musik beraliran rock. Selain itu, meditasi juga bisa mengatasi hal tersebut," ujar Lorenzo, dalam wawancara pekan lalu di Hotel Mulia, Jakarta.

Pebalap asal Spanyol ini menambahkan, grup musik yang menjadi favoritnya adalah "Linkin Park" dan "Red Hot Chili Peppers". Maka, sebagian besar lagu yang dinikmati adalah dari dua grup tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Lorenzo juga berbicara tentang bakat lain yang dimilikinya. Mantan juara dunia dua kali kelas 250 cc ini mengaku dirinya juga diberikan talenta sebagai seorang pelukis, meskipun bakat itu tak berkembang dengan baik karena dia harus fokus melakukan tur keliling dunia untuk balapan.

"Tak ada yang tahu tentang hidup ini. Tetapi ketika masih kecil, saya suka melukis," ujar Lorenzo, menjawab pertanyaan tentang pilihan hidupnya jika dia bukan seorang pebalap.

"Saya seorang yang artistik dan suka melukis, meskipun sekarang mungkin sudah berkurang karena tak pernah latihan. Tapi saya masih punya imajinasi yang tinggi," tambahnya.

Sebagai bukti dirinya masih imajinatif, Lorenzo menuturkan bahwa dia sendiri yang mendesain nomor 99 yang akan dipakainya pada MotoGP musim 2012. Hanya saja, pria yang suka dengan logo Rock Star (menjadi sponsornya) ini tak mau membeberkan apapun tentang model desainnya tersebut. "Nanti tidak menjadi kejutan," kilahnya.

Mengidolakan Messi dan menyukai Ronaldo

Lorenzo juga punya hobi bermain sepak bola. Dia mencoba untuk bernostalgia, bahwa ketika kecil kerab memainkan olahraga tersebut, meskipun sekarang tak terlalu sering lagi karena lututnya sakit. Posisi favoritnya adalah striker, dan klub kesayangan adalah Barcelona.

"Sebagai fans Barcelona, saya mengidolakan Lionel Messi. Meskipun demikian, saya juga menyukai pemain Real Madrid, Cristiano Ronaldo, karena dia memiliki karakter yang kuat," jelas runner-up MotoGP 2011 ini.

Tentang peluang Barcelona pada musim ini, Lorenzo punya pandangan bahwa Carles Puyol dan kawan-kawan sulit mempertahankan gelar juara La Liga. Akan tetapi, Barca berpeluang besar menjadi juara Liga Champions.

"Di liga tampaknya sulit untuk menjadi juara. Tetapi di Liga Champions, saya yakin Barcelona yang menjadi juara," ujar Lorenzo, yang mengaku tak terlalu menyukai dunia hiburan malam alias dugem, karena dirinya lebih senang menikmati momen yang tenang.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau