Korban Tabrakan Maut Sempat "Pamitan" di Facebook

Kompas.com - 23/01/2012, 13:19 WIB

JAKARTA,KOMPAS.com — Salah satu korban tabrakan maut, Ujay (15), sempat "berpamitan" di akun Facebook miliknya. Ujay menulis update status pada dini hari sebelum kejadian tabrakan berlangsung dua hari kemudian.

Ujay memiliki akun Facebook dengan nama pengguna Ujay Van Bommel. Dalam status Facebook yang ditulis pada hari Jumat pukul 02.48 WIB itu, Ujay menulis: All.. sebelum gue tutup mata gue, gue mau minta maaf sama loe smua klo gue punya salah. Gue takut Allah tidak membuka kan mata gue lagi :)

Ternyata pamitan Ujay yang mungkin tidak disengaja ini justru terbukti. Pada hari Minggu pukul 11.12 WIB, Ujay ditabrak oleh mobil Daihatsu Xenia hitam dengan nomor polisi B 2479 XL yang dikemudikan oleh Apriyani Susanti (29). Ujay menjadi salah satu korban tewas di tempat dalam tabrakan maut tersebut.

Teman-teman Ujay di Facebook pun ikut menyampaikan ucapan duka cita, di antaranya:

  • Rendy Capucino: Ujay ngomong lo ngawur, jadi beneran lo ngga ada Jay. Gw dan teman-teman sayang lo. Semoga lo diterima di sisi Allah.
  • Eko Julio Pambudi: Maafin gw Jay.. selamat tinggal sahabat.. Moga-moga lo tenang di sana.. Terima kasih Jay
  • Manuel Fernando: Selamat jalan kawan


Foto penabrak maut pesta narkoba

Selain itu, di Twitter dan Facebook juga ramai diperbincangkan tentang foto si penabrak maut yang menewaskan sembilan orang sekaligus. Foto yang diunggah oleh Novan Satria ini sudah diedit dengan fokus Apriani Susanti, sopir yang kini menjadi tersangka tabrakan.

Dalam foto tersebut, Apriyani diduga sedang melakukan pesta minuman keras bersama teman-temannya. Apriyani memakai baju dengan atasan warna putih dan bawahan biru putih ini persis seperti saat dikenakan ketika tabrakan berlangsung.

Diduga Apriani mengantuk dan tidak sadarkan diri saat mengemudi karena baru saja pulang dari acara dalam foto tersebut. Akibatnya, mobil yang dikendarainya menabrak sembilan orang yang tengah berada di trotoar jalan.

Foto yang beredar tersebut juga langsung menuai cercaan pengguna internet, di antaranya:

  • Marlina Taufik: Astaghfirullaah.. setelah melihat video dari pada korban.. aku cuma bisa berucap Inna Lillaah wa inna ilaihi raaji'un, semoga para korban mendapat ampunan dari ALlah dan diberikan rahmat serta tempat yang terbaik, untuk keluarga yang ditinggal diberikan kekuatan menghadapi cobaan dan musibah yang luar biasa berat ini. Untuk para penegak hukum aku berharap untuk MEMPROSES DAN MENGHUKUM pelaku sesuai hukum yang berlaku. Untuk yang menabrak aku cuma berharap "HUKUMAN YANG SETIMPAL" dengan apa yg telah dia lakukan (setelah pesta miras) dan menyebabkan melayangnya 9 nyawa.
  • Uwbur Ubur: Sumpaaaaahhhh biadab banget nih orang.EeeRrrr.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau