Umat Wihara Dharma Bakti Lepas Burung sebagai Simbol Kebebasan

Kompas.com - 23/01/2012, 13:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Suasana di kompleks Wihara Dharma Bakti yang terletak di kawasan Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat, dipadati masyarakat Tionghoa yang merayakan Tahun Baru Imlek 2563. Selain menyalakan dupa, sebagian masyarakat juga melepaskan burung-burung kecil dari sebuah kotak sebagai tanda kebebasan.

Salah satu masyarakat Tionghoa, Eeng, mengungkapkan bahwa pelepasan burung-burung ini menjadi lambang kebebasan bagi dirinya dan keluarganya. Tentu saja harapan utamanya adalah bebas dari hal-hal buruk dan pengaruh buruk dunia. "Jadi, biar yang buruk-buruk itu dibawa pergi jauh dari keluarga kami dan rezeki keberuntungan selalu menaungi," kata Eeng kepada Kompas.com seusai menjalankan sembahyang di kompleks Wihara Dharma Bakti, Jakarta, Senin (23/1/2012).

Ia datang bersama istri dan kedua anaknya untuk sembahyang di wihara dan mengajarkan kepada kedua anaknya untuk berdoa dan mengucapkan harapannya sebelum melepaskan burung-burung dalam sangkar tersebut. Kedua anak kecil itu pun menunduk dan memejamkan mata sebentar lalu membuka kotak dan burung-burung kecil berhamburan keluar.

"Melepaskan burung seperti ini maknanya sangat dalam. Burung-burung ini terkurung dalam sangkar, padahal harusnya mereka hidup bebas," tutur Eeng.

Hampir setiap tahun, ia dan keluarganya selalu bersembahyang di wihara tertua di Jakarta ini saat perayaan tahun baru. Ia dan keluarga kecilnya serempak menggunakan pakaian warna merah seperti layaknya masyarakat Tionghoa lain yang hadir di kompleks wihara ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau